The Art of 'Paper Management'

Pernah pusing pas ngeliat kertas berserakan di kamar kita ???!!... .

“Laskar Programmer” UIN Maliki Malang

GEMA-Satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Maliki Malang kaya akan kreatifitas...

The Next Generation of Superhero, is Us!

“Terkisah pada suatu malam yang kelam. Kala itu, semua penduduk bumi sedang terlelap. Jalanan sunyi....

WCU Itu 'Wong Cilik University' kan?

Maaf, tulisan ini hanya sebagai teman ngobrol saya aja.. Bukan utk tujuan aneh tertentu, karena isinya pasti tak berasa ilmiah dan minim kata-kata yang keren....

Harta, Tahta, Wanita, dan ............??

Duet dunia nyata dan dunia digital semakin intim saja. Dunia nyata semakin bergantung pada dunia cyber, dan dunia cyber kian kompleks....

Tampilkan postingan dengan label Teknik informatika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik informatika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Nasionalisme Maya

Masih lekat di ingatan penulis, baru-baru ini, saat timnas sepakbola Indonesia menghadapi Malaysia di ajang final piala AFF 2010, betapa semaraknya dunia maya saat itu. Dunia maya nusantara dipenuhi dengan aktifitas seputar pertandingan bergengsi tersebut. Sampai trending topics internasional di situs jejaring sosial Twitter (http://twitter.com) pernah muncul “@loveindonesia”, “@malaysiacheatlaser”, “@supportGaruda”, “@indonesian”dan sebagainya. Apakah ini juga bisa dikatakan sebagai wujud nasionalisme?

Jika secara sederhana istilah nasionalisme diartikan sebagai rasa cinta tanah air, maka fakta di atas bisa dikatakan sebagai salah satu wujud nasionalisme di dunia maya (nasionalisme online). Kecintaan terhadap tanah air ternyata tidak hanya bisa diwujudkan di belahan dunia nyata. Keinginan untuk mengekspresikan nasionalisme juga bisa digiatkan di dunia maya (internet).

Bentuk-bentuk Nasionalisme Online
Banyak sekali aktifitas yang telah terjadi yang bisa disebut sebagai nasionalisme online. Didukung dengan banyaknya fitur internet yang bisa dimanfaatkan sebagai medianya. Jika ingin digolongkan, maka aktifitas nasionalisme online bisa dibagi ke dalam hal berikut:

a. Ikut membela dan mendukung kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia
Ketika reog Ponorogo dan budaya lainnya diaku-akui oleh negara tetangga, maka saat itu para hacker Indonesia langsung beraksi. Hasilnya, ratusan website milik tetangga tersebut isinya tidak bisa diakses karena di-hack. Tentu saja hal tersebut bukan hal yang baik untuk dilakukan, namun inilah bentuk usaha mereka dalam ikut membela dan mendukung kepentingan bangsa ini. Mereka ingin menunjukkan bahwa para hacker Indonesia sangat mencintai negaranya.
Contoh lainnya adalah ketika pemilihan (polling) keajaiban dunia yang sekarang berdasarkan polling di internet, maka saat itu ajakan untuk memilih pulau Komodo dan Borobudur segera bertebaran. Salah satunya di situs jejaring Facebook. Group di Facebook pun akhirnya terbentuk. Berkat ajakan teman ke teman (suggest to friends) group tersebut selalu bertambah anggotanya. Hal ini sangat membantu dalam menambah hasil suara dari kedua item tersebut.

b. Menebar manfaaat kepada rakyat luas
Banyak sekali contoh kegiatan online yang dibuat demi kepentingan masyarakat banyak. Salah satunya adalah situs IlmuKomputer.Com sebagai wadah belajar komputer gratis yang berbasis komunitas. Situs ini didirikan oleh Romi Satrio Wahono yang mendapatkan penghargaan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai 21 Continental Best Practice Examples in the Category e-Learning pada pertemuan WSIS (World Summit on Information Society), di Jenewa tahun 2003. Telah banyak anggota yang membuat tutorial secara sukarela dan kemudian disebarkan secara gratis dalam bentuk PDF.
Contoh lainnya adalah situs PosterDakwah.Com yang baru dirilis. Situs tersebut direncanakan sebagai wadah upload dan download poster-poster yang bermanfaat, baik tentang keagamaan, kelestarian lingkungan, dan pesan lainnya.

c. Mendamaikan sesama komponen bangsa yang sedang tidak akur
Kalau penulis amati, sering kali ditemui bentuk-bentuk provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab terjadi di internet. Provokasi tersebut bertujuan untuk memecah-belah persatuan rakyat Indonesia yang sangat majemuk. Hal ini sering terjadi di forum-forum online, seperti halnya Kaskus (http://kaskus.us). Kaskus merupakan komunitas online terbesar di Indonesia. Di salah satu thread (bahan diskusi) yang membahas tentang kasus AKBP dan FPI, terdapat beberapa komentar yang tidak berimbang dan hanya menduga-duga. Namun tidak sedikit juga member yang secara bijak memberikan komentar. Inilah upaya mereka dalam upaya ikut mendamaikan elemen bangsa.
Contoh lainnya adalah melalui tulisan di website atau blog pribadi. Salah satu contohnya adalah KH. Mustofa Bishri (biasa dipanggil Gus Mus) yang secara aktif menulis di website beliau yang beralamat di http://gusmus.net. Melalui salah satu tulisan yang mendinginkan suasana dan dalam rangka mencari titik damai tersebut, para pembaca akan terinspirasi tulisan tersebut.

Masih banyak aktifitas lainnya yang masih belum terlacak. Maka dengarkanlah betapa semaraknya sebenarnya teriakan penuh patriotik dan heroik di dunia maya. Tidak hanya di lapangan sepakbola saja teriakan “In..do..ne..sia..!!” bergema, di dunia maya pun juga tidak kalah semaraknya.


(Alhamdulillah dimuat di majalah KHARISMA Nurul Jadid, Paiton Probolinggo, tpi lupa edisi berapa^^)

Kamis, 24 Februari 2011

E-Learning Society

Situs InternetWorldStats.com menunjukkan bahwa pada sepanjang tahun 2009 pengguna internet (netter) di Indonesia mencapai angka 30 juta jiwa, atau 12,5% dari total penduduk seluruhnya (240,271,522 jiwa). Angka tersebut menempatkan Indonesia berada di rangking ke-13 pada daftar negara penyumbang pengguna internet di dunia (sebesar 1,7%). Hal ini mengindikasikan bahwa rakyat indonesia telah banyak yang menjadikan internet sebagai bagian dari gaya hidup (life style) mereka.

Tiga mhs UIN Maliki Malang di dpn gdg Rektorat
Istilah internet seringkali disebut juga dengan dunia internet atau dunia maya. Penggunaan kata "dunia" di sini seakan menganalogikan internet dengan dunia nyata. Hal tersebut dilandasi dengan kian banyaknya aplikasi internet yang turut menyempurnakannya menjadi sebuah dunia baru. Mulai dari kepemilikan website yang berfungsi sebagai rumah/toko/galeri online, online storage berfungsi sebagai gudang di internet, sampai dengan social networking yang berfungsi untuk menjalin pergaulan dengan netter lain. Ditambah lagi, dengan hadirnya teknologi yang mengadopsi dari konsep, aktivitas, dan produk di dunia nyata, seperti e-banking, e-ID, e-driving license, e-passport, e-commerce yang kesemuanya turut mengutuhkan komprehensivitas keduniaan internet.
Secara alamiah, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi, mendapat pengakuan, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini tampaknya juga berlaku di internet. dibuktikan dengan kian membludaknya aplikasi social networking sampai hari ini. Interaksi tersebut memiliki tujuan dan kepentingan yang beragam. Salah satu diantaranya adalah untuk membangun sebuah komunitas (masyarakat) pembelajar dunia maya, atau bisa kita sebut dengan e-learning society.

E-learning society merupakan sebuah komunitas netter yang menjadikan e-learning sebagai aktivitas utamanya. E-learning society bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, full e-learning society dan half e-learning society. Pada full e-learning society, aktivitas pokok learningnya sepenuhnya terjadi secara online, sedang pada half e-learning society, aktivitas learningnya terjadi secara online dan offline.
Untuk mewujudkan e-learning society yang berhasil dalam proses pembelajarannya, setidaknya terdapat empat elemen yang perlu diperhatikan: (1) Connection (koneksi internet yang lancar), (2) Collaboration (terjalinnya komunikasi antar anggota yang pro-aktif), (3) Innovation (lahirnya inovasi dan buah karya baru), dan (4) Cyber-Akhlaq (akhlaq yang tetap terjaga). Cyber-Akhlaq di sini dibutuhkan mengingat betapa mudahnya terjadi manipulasi informasi dan komunikasi di dunia internet.

Minggu, 28 November 2010

Jurnalisme Dunia Maya

Tak bisa dipungkiri lagi bahwasanya teknologi makin hari akan selalu berkembang, dan penggunaannya pun semakin luas. Salah satu produk teknologi yang sampai saat ini masih bertahan menjadi ‘kebutuhan’ manusia dalam beragam aktifitas adalah internet (international network). Meski awal penggunaannya untuk kepentingan militer, namun pada perkembangan selanjutnya internet seakan ‘meledak’ dan menarik perhatian segala golongan untuk dikembangkan dan difungsikan secara luas. Dan berkat banyaknya pihak pengembang maka umur internet bisa dikatakan tak akan pernah mati.

Imbas fenomena internet juga berkait erat dengan bidang lainnya, beberapa contoh misalnya dunia bisnis dengan munculnya e-Commerce dan PayPal, dunia pendidikan dengan lahirnya e-Learning, dunia kriminalitas dengan berkembangnya CyberCrime dan CyberLaw, dan tentunya dunia jurnalistik dengan adanya CyberJournalistic. Khusus pada dunia kepenulisan, kelahiran internet seakan menjadi media baru yang sarat keunikan. Beberapa karakter media internet yang tidak dimiliki media jurnalistik lainnya adalah:

  1. Daya akses global, internet seakan membawa tulisan kita ‘mendunia’ karena tidak ada batasan kewarganegaraan dan teritorial dalam pemanfaatan internet (anyone, anytime and anywhere).
  2. Interaktifitas yang tinggi, yakni berkat pengguna yang satu sama lain saling terhubung dan bisa saling berkomunikasi. Situs www.internetworldstats.com menyebutkan bahwa total pengguna internet dunia diestimasi hingga September 2009 mencapai 1,7 milyar atau lebih dari 25% dari total penduduk di muka bumi. Sedang pengguna internet di Indonesia mencapai angka 30 juta pengguna.
  3. Bervariasinya fitur-fitur di internet. Mulai dari layanan email, search engine, chatting, weblog, Wikipedia, social network, online discussion forum, news site, free file hosting, file transfer, smart search engine, dan lain sebagainya.
  4. Merupakan teknologi yang cepat berkembang. Sampai saat ini teknologi web mulai merambah ke generasi Web 3.0 setelah generasi Web 1.0 dan Web 2.0. Ada beberapa pendapat tentang definisi Web 3.0, diantaranya adalah “teknologi pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand “(John Borland, 2007). Pendapat lainnya yaitu “sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online” (John Markoff, 2007).

Sejauh ini, internet jika dikaitkan dengan perkembangan dunia jurnalisme akan sangat berkaitan erat, akan tetapi yang dipaparkan di sini hanya pada ruang bahasan internet sebagai wadah belajar dan publikasi karya tulis. Sepengetahuan penulis beberapa media CyberJournalistic adalah seperti berikut:

  1. Mengelola Blog. Istilah asli Blog adalah Weblog, perpaduan dari kata Web dan Log. Sehingga istilah Weblog akan bermakna suatu catatan (Log) dalam dunia internet (Web). Dengan mengelola Blog seakan-akan seorang Blogger memiliki surat kabar/majalah pribadi yang bisa dimodifikasi dan dipublikasikan sesuai keinginan. Dalam Blog terdapat fasilitas comment yang bisa menampung opini pengunjung (guess) suatu Blog, sehingga akan terjadi diskusi dan perbincangan tentang tulisan di Blog tersebut. Fasilitas Blog lainnya adalah Blog Archieve, Tags, RSS Feed, SiteMeter, ShoutBox, BlogRoll. Urgensi mengelola Blog bagi seorang penulis sangat tinggi, apalagi saat ini Blog Competition (kompetisi Blog) semakin banyak bermunculan. Diantara penyedia layanan Blog adalah blogger.com, wordpress.com, multiply.com, dan uinblogger.com.
  2. Aktif di situs social network (facebook.com, twitter.com, indoface.com, temankuliah.com, myspace.com ). Pemakaian situs social network selain sebagai media perjalinan pertemanan dan relasi, juga bisa sebagai media pembelajaran kepenulisan yang efektif. Hal ini disebabkan situs social network juga menyediakan tambahan fasilitas, seperti sejenis pembuatan Notes (catatan), Group, Pages, dan lainnya. Akan terbuka ruang-ruang jurnalisme dan interaktifitas dari diskusi apresiasi karya tulis tersebut. Apalagi ditemukan banyak dari tokoh/ahli bidang tertentu yang juga tergabung dalam jalinan social network.
  3. Menjadi anggota komunitas jurnalisme online. Dalam hal ini bisa berupa keanggotaan dalam situs berupa forum diskusi maupun dalam milist (mailing list). Diantara komunitas jurnalisme online adalah majalah Annida online dan Forum Lingkar Pena online.

Sehingga, kaum intelektual kampus, baik mahasiswa maupun dosen sepatutnya memiliki ‘rumah’ di dunia maya sebagai media kepenulisan pribadi. Selain itu, juga mencari banyak kenalan/relasi dalam hal kepenulisan. Maka peluang peningkatan mutu tulisan akan menjadi besar. Dan yang tak kalah penting adalah motivasi menulis bisa tetap terpelihara.

Saatnya menunjukkan eksistensi diri dalam berkarya tulis dalam dunia cetak dan dunia maya.

[Alhamdulillah dimuat di Suara Akademika UIN Maliki Malang]

Minggu, 24 Oktober 2010

“Laskar Programmer” UIN Maliki Malang


GEMA-Satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Maliki Malang kaya akan kreatifitas. Adalah mahasiswa Teknik Informatika, tepatnya kelas G dan H praktikum APS (Analisis dan Perancangan Sistem) 2009/2010, telah merilis sebuah buku kompilasi.

Buku yang berjudul sama dengan judul berita ini, berisi tiga topik bahasan. Yang pertama tentang mimpi-mimpi sebagai programmer. Topik pertama ini bertujuan agar kita memiliki harapan besar dan keinginan kuat dalam memperjuangkan kuliah kita.

Agar daya jangkau tentang isu informatika nasional semakin meluas, maka ditulislah topik swasembada software. Topik ketiga yaitu tentang Cyber Akhlaq, ditulis dalam buku ini guna mengokohkan etika kita sebagai seorang programmer, khususnya di dunia digital. Agar tak sembarangan menyalahgunakan skill yang kita miliki.

“Buku ini merupakan media belajar kami dalam dunia tulis-menulis. Selain disebar dalam bentuk e-book, beberapa buku kami cetak sendiri untuk disumbangkan ke perpustakaan kampus,” tutur asisten lab yang enggan disebut namanya. Sukses untuk Laskar Programer! Semoga mahasiswa lainnya mengikuti jejak kreatifitas kalian. (sab)

Ref: UINITY.blogspot.com

Klik utk download...

Selasa, 14 September 2010

The Next Generation of Superhero, is Us!



“Terkisah pada suatu malam yang kelam. Kala itu, semua penduduk bumi sedang terlelap. Jalanan sunyi. Bangunan-bangunan telah lengang, pertanda kesibukan di dalamnya telah usai. Akan tetapi, di sebuah gudang tua, di daerah pinggiran kota, tampak suatu kesibukan yang sangat mencurigakan. Sekelompok orang misterius sedang mengotak-atik sesuatu. Di ruang gelap itu, kabel berserakan, aroma bubuk yang menyengat, gunting dimana-mana, dan timer diletakkan disana-sini. Oh tidak! mereka sedang meracik bom! Mereka sepertinya ingin meledakkan sesuatu yang penting!”

“Tiba-tiba, dubrakk!! Pintu depan terbuka. Sesosok bertopeng berlari masuk, lalu berdiri dengan pose keren sambil memegang senjata yang mematikan. Dialah pahlawan (superhero) kita dalam kisah ini. Lalu sang superhero menodongkan senjatanya ke muka para penjahat. Dia memang superhero teladan. Tak tanggung-tanggung, tangan kanan dan kirinya sama-sama bersenjata. Tangan kanannya menggenggam kuat mouse, sedang tangan kirinya memegang keyboard. Para penjahatpun takluk pada kekuatan superhero kita. Mereka tertangkap semua. Kemudian para penjahat tersebut kapok, lalu bertaubat, dan akhirnya mereka masuk surga. Lantas, siapakah jatidiri sang superhero sebenarnya?”

Kisah di atas adalah ilustrasi sederhana aksi kepahlawanan para superhero abad ini. Nah, kalo kita perhatiin, baik di dalam cerita komik maupun film, biasanya ciri-ciri superhero itu adalah membela kebenaran (fight for justice) dan kaum yang lemah, memiliki logo yg keren, berjuang sendiri atau dalam kelompok, jati dirinya dirahasiakan dengan memakai topeng, memiliki kekuatan yang luar biasa dan lawan yang super kuat juga, serta memiliki senjata yang dahsyat.

Benarkah hal di atas hanya terjadi di kisah fiksi aja? Nyatanya di zaman ini tidak. Karena sungguhan ada. Bedanya, superhero abad ini tak perlu repot-repot memakai topeng atau membuat senjata yang canggih. Mereka hanya perlu seperangkat komputer atau laptop beserta koneksi internet. Yup, betul sekali, bisa dikatakan mereka adalah para pahlawan dunia maya (cyber-superhero), yang aksi mereka bisa sangat mempengaruhi keadaan di belahan dunia nyata.

Saat ini (sebatas pengetahuan penulis), sudah seabrek perbuatan jahat yang terjadi di dunia internet, sebut saja spamming, cracking, cyberfraud, cyberporn, carding, dll. Pada kegiatan tersebut tentunya ada pihak pelaku dan pihak korban. Pihak pelaku sebagai pihak yg diuntungkan dan korban sebagai pihak yg dirugikan. Kerugian tersebut bisa berupa pencemaran nama baik, kerugian uang, hilangnya kepercayaan, terbukanya data penting, akses hal privasi, dan hilangnya rasa aman berinternet. Maka, kehadiran superhero di dunia maya saat ini adalah sebuah keniscayaan.

Kejahatan dunia maya (cybercrime) sangat bisa menyaingi kuantitas dan kualitas kejahatan dunia nyata. Di dunia nyata, telah dibentuk (secara formal) aparat resmi yg bertugas utk memerangi kejahatan dan menegakkan keamanan beserta aturan bakunya. Begitu pula dengan dunia online, telah dibentuk pula aparat khusus sebut saja cyberpolice besera aturannya (ITE). Namun, yang namanya penegakan hukum tidak akan pernah cukup tanpa melibatkan bantuan masyarakat. Aparat resmi butuh tambahan informasi, keterangan saksi mata, penelusuran barang bukti, dsb. Apalagi di dunia maya, dengan begitu mudahnya identitas dipalsukan, begitu sederhananya membuat website porno, begitu mudahnya mendapatkan referensi teknik membobol suatu keamanan sistem, begitu luasnya manipulasi script pemrograman untuk menjahili orang lain, semakin murahnya akses internet, dan masih sedikitnya sumber daya pengawasan dari pemerintah.

Sehingga, republik ini, atau bahkan dunia ini, membutuhkan kelahiran superhero-superhero yang memiliki kemauan dan kemampuan di atas rata-rata. Mereka segera mencari team, lalu membuat identitas samaran beserta aksesoris yang mboiz, mengumpulkan senjata unggulan, dan langsung beraksi memberantas kejahatan-kejahatan yang telah lama meresahkan masyarakat.

Mereka tidak jatuh dari planet lain. Mereka tidak digigit binatang super. Mereka juga tidak mengalami kecelakaan yang aneh. Mereka hanya terlahir dari perjuangan mencari jati diri. Mereka mendapat kemampuan dari forum-forum persahabatan, kegilaan bereksperimen, dan semangat diri untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa berbuat sesuatu untuk dunia. [slametology]

Senin, 14 Juni 2010

Harta, Tahta, Wanita, dan ............??

Duet dunia nyata dan dunia digital semakin intim saja. Dunia nyata semakin bergantung pada dunia cyber, dan dunia cyber kian kompleks. Kita tahu, kebutuhan manusia tuk berkomunikasi, berhibur diri, bertukar informasi, silaturrahim, mencari rejeki, dan mencari ilmu telah memanfaatkan dunia digital. Di sisi yang lain, fitur dunia digital kian berwarna-warni. Semakin sering kita temui invensi teknologi yg namanya berawalan huruf 'e', mulai dari e-commerce, e-learning, e-government, e-gold. Ada juga yg berawalan 'cyber' seperti cyberlaw, cyberpunk, cybercampus. Sungguh keren. Belum lagi dengan beraneka macamnya ekstensi URL yg ada, diantaranya [dot]org utk organisasi, [dot]gov utk pemerintahan, dsb.

Di masa lalu, sampe sekarang. Ada sebuah kaidah yang luar biasa utk meraih suksesmulia. Kaidah tsb terkompres (terangkum) ke dalam rumus 3-ta (harta, tahta dan wanita) yg perlu disikapi dgn keimanan. Begitu populer.. Dan luar biasa memang. Jujur diakui, selama ini ketiganya rawan sekali meninggikan hati kita (takabbur), menjadikan kita lalai 'bersujud', serta memicu sikap cinta dunia kita. Harta, sedikit ataupun banyak sering menawan kekhusyukan hidup kita. Tahta, inilah power dan kuasa yg sangat menggiurkan sekali utk 'dimanfaatkan'. Wanita, dimiliki ato tidak, bisa menjadikan kita 'gila'!

Hmmm... Boleh gak ya kalo ditambahi satu lagi?? Hehee.... Sehingga menjadi harta, tahta, wanita, dan ...... DATA!!

Yup, saat ini siapa yg tak punya data. Di hardisk mungkin, ato flashdiks, tempat hosting, bank data, dll. Dan siapa yang tak menjadi sumber/objek data, contohnya data Sensus penduduk (semua didata bukan?), data mahasiswa, data siswa TK, data rental komik, data debitur kantin, data DPO dosen pembimbing (hehee), dsb. Sekawanan data disebut database.

Dengan data, kita bisa melakukan segalanya. Karena data akan memberi kita hak akses. Dan akses adalah 'pujaan hati' para hacker dan cracker. Di samping itu, dengan data, kita bisa menjadi siapa saja, menjadi apa aja. Bagaimana seandainya kalo kita punya database nomer hp seluruh mahasiswa, ato punya database no.rekening+PIN nasabah bank, ato database kunci jawaban soal SNMPTN, database agen mata-mata pemerintah, ato database warung yg murah meriah, ato punya database mahasiswa yg jarang mandi.. Akan dahsyat sekali bukan?

Nah, sebagai datawan (orang yg berdata), bagaimana sebaiknya sikap kita.....???
Tentu saja, sama halnya seperti harta-tahta-wanita, kita harus mendapatkannya secara halal dan memakainya utk kebaikan. Jangan sampai mubadzir data dan berlebih-lebihan. Petuah yang klise memang, tapi begitulah adanya. Hal yg luar biasa, tapi sering kita jenuhkan...
Kalo menurut pembaca/temen-temen, bagaimana sebaiknya sikap kita??

Wal akhir, kiranya tepatlah jika tulisan sederhana ini ditutup dgn hadist berikut:
“Wahai 'Amr, sebaik-baik harta yang shalih, adalah yang ada di tangan orang shalih” (HR Al Bukhari dan Muslim)....... begitu pula tahta, wanita, dan ....... data!



Minggu, 16 Mei 2010

_Portal G A R U DA (Garba Rujukan Digital)_


Mungkin diantara pembaca sudah ada yang tahu, tapi mungkin juga ada yang belum pernah dengar, jadi smoga tulisan ini bisa membantu memasyarakatkannya. Ini tentang gebrakan baru dari Pak Mendiknas kita (Muhammad Nuh).

Apa itu Garuda? Mengutip dari halaman utama Garuda, Garuda (Garba Rujukan Digital) adalah portal penemuan referensi ilmiah Indonesia yang merupakan titik akses terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi dan peneliti Indonesia. Garuda yang mencakup antara lain e-journal domestik, tugas akhir mahasiswa, dan laporan penelitian dikembangkan oleh Direktorat P2M-Dikti Depdiknas bekerjasama dengan PDII-LIPI serta berbagai perguruan tinggi dalam hal penyediaan konten.

Dengan adanya sistem ini semacam ada tekad untuk memadukan seluruh karya ilmiah dari seluruh peneliti dan akademisi Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk memerangi plagiarisme yang dianggap sebagai kendala kemajuan keilmuan di tanah air. Seperti yang dikatakan Pak Mendiknas (20/02/2010) yang termuat dalam OkeZone, beliau mengatakan bahwa dengan sistem online yang seperti itu maka akan memudahkan khalayak untuk melacak karya ilmiah yang pernah dibuat sebelumnya. Atau, lanjut beliau, dengan sistem elektronik Garuda ini memudahkan pemerintah untuk mengecek apakah karya ilmiah yang diajukan untuk kenaikan pangkat sudah pernah dibuat oleh orang lain atau belum.
Berikut interface awal dari Portal Garuda:


Portal Garuda diharapkan bisa membantu dalam mengatasi plagiarisme, sebagaimana yang diucapkan Pak Fasli Djalal (Wakil Mendiknas), "Kalau seseorang mengajukan usulan judul penelitian, dosen pembimbing nanti bisa memasukkan kata kunci di mesin pencarian Portal Garuda, sehingga bisa dilihat setiap kesamaan antara usulan judul tertentu dengan karya ilmiah yang sudah ada. Dari ide dasar saja sudah bisa ketahuan, jadi plagiarisme bisa dihindari".

Lebih menariknya lagi, portal Garuda selain bisa dijadikan solusi mencegah plagiarisme sekaligus juga menjadi sumber referensi yang maknyuzz… karena kita bisa mendowload file karya ilmiah yang ada di portal tersebut. Berikut petunjuk mendowonload file digital (diambil dari Panduan Penggunaan Portal Garuda).


Semoga kita bisa selalu berkarya dengan lebih bijak dan produktif....

Minggu, 09 Mei 2010

~:Swasembada Software:~

Aku tahu ilmuku masih amat dangkal, jadi aku riakkan saja, paling tidak ia kan terus mengalir dan tak menggenang sia-sia . . .

_Swasembada Software_
Telah banyak dikupas bahasan bertajuk kemandirian teknologi di tanah air, karena memang inilah ladang garapan sekaligus harapan kita bersama. Meski membludaknya angka mahasiswa TI, atau betapa ‘indah’nya nilai IPK kita, ‘canggih nian’nya aplikasi kita, akan mjd nonsense jika kita tak memberikan sumbangsih - meskipun sebesar dzarroh - bagi kemajuan bangsa ini.

That is it, swasembada (kurang lebih) berarti mencukupi kebutuhan diri sendiri (biasanya tentang kecukupan kebutuhan beras). Karena memang kata ‘swa’ agaknya berarti sendiri (mandiri). Sehinga swasembada software merup suatu keadaan mencukupi kebutuhan software sendiri, baik dalam urusan pribadi, lingkup kampus, perusahaan, maupun konteks suatu negara.

_Ilusi Teknologi_
Waw, ilusi teknologi telah membuat kita ‘terbius’ oleh canggihnya teknologi luar. Kita secara tak sadar tlah bangga hx dgn memilikinya/membelinya. Contoh yang mirip adalah seperti ilusi swalayan, kita jadi lebih bangga n enjoy belanja di mall daripada di pasar atau di toko-toko samping tempat tinggal kita. Kita tlah puas hanya dgn menjadi user saja, dgn tiadanya aksi lanjutan (follow up) tuk menjadi modifier pun sbgai creator. Dan puncaknya kita kudu menjadi trendsetter teknologi.

_Swadesi Software_
Benarkah swasembada software bukan hal yang mustahil?? Ada satu hal menarik lagi yg perlu dimunculkan di sini, yakni perihal gerakan Swadesi (yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi), yakni gerakan yg menganjurkan agar menggunakan produk (negeri) kita sendiri, dalam dimensi topik kali ini adalah pemakaian software bikinan sendiri (swasoftware). Jadi, jangan-jangan ini solusinya???

[hope it’ll be continued]


. . . Dan jika kau melihat ketertinggalan teknologi di negerimu, maka lakukanlah revolusi teknologi, jika kau tak mampu maka dengan demonstrasi teknologi, dan jika kau masih tak mampu maka perbanyaklah diskusi teknologi, tapi itu adalah selemah-lemahnya perjuangan seorang teknolog sejati. :)


Mendefinisikan Software Islami

Sekedar brainstorming aja…

Seakan menjamur. Saat ini, software memang telah membanjiri dan bebas berkeliaran di dunia digital keseharian kita. Beragam rupa dan beragam rasa. Mulai dari penampakannya yg bersahaja sampai pada si juragan fitur. Ada yg diciptakan tuk buat kita tersenyum, tertawa dan ada juga yg bisa mempertemukan kedua alis kita. Ah, apalah daya perangkat keras komputer tanpa keberadaan si software, seakan tanpa jiwa (soul). Dan software juga menjadi bagian sebuah keluarga besar, yakni modernitas.

Tentu saja, sebuah software mendeskripsikan programmernya. Kalo softwarenya rapi, berarti programmernya mencintai kerapian, karya programmer yg kreatif akan berbeda dgn karya programmer yg normatif, begitu juga yg lainnya. Sehingga, software yg dibuat oleh seorang muslim seharusnya berbeda dgn software bikinan non-muslim. Nah, bagaimana sebaiknya kaidah keunikan tersebut??

Jujur, saya juga bingung, takut salah dan sebagainya. Tapi, untuk sementara begini adanya….

Software yg paling berasa Islam tentunya yang pake bahasa Arab atau yg berkonten ke-Islaman. Kita ketahui, ada aplikasi Tukang Adzan, Penanggalan Hijriah, kamus Bahasa Arab, Maktabah Syamilah, Qur’an in Word, Game Burshotul Arqom, dan sejenisnya.

Pada software tersebut ada unsur ajakan beribadah dan beramal sholeh. Bisa mencuatkan semangat beribadah dan menabur inspirasi beramal sholeh pada sesama. Software yg lebih bisa mengingatkan kita pada Sang Khaliq, Allah SWT (Maha Programmer Alam Semesta). Dan paling tidak, pembuatannya diniatkan utk kemanfaatan pribadi dan umat. Nah, gimana biar seperti itu?? Haruskah dirancang konsepan RPLI (Rekayasa Perangkat Lunak Islami)…??!

Berarti adakah software yang gak Islami? Kemungkinan ada…. Seperti (kalo sudah ada) aplikasi yg berisi buka2an aurat, provokatif negatif, software adu domba, dan yang sealiran.

Akhirnya, software yg bagus akan hidup awet dan banyak pemakai setianya. Ini adalah peluang emas bagi kita tuk menebar segala macam ragam kebaikan lewat ‘barang lunak’ tersebut. Dan karena adanya kompetisi yg kian seru, kita harus belajar dan belajar lagi, dan belajar terus, buat program lagi dan coding lagi, sampe akhirnya kita di-‘Shut Down’….

Allahua’lam bisshowab

Senin, 22 Maret 2010

Teknik Bundling Aplikasi Web (PHP) Menjadi Autorun

Teknik ini pada intinya membuat aplikasi web kita menjadi autorun (automatic running), sehingga kita tidak perlu repot-repot menginstal web server dan database software sebelumnya.
Teknik ini berguna sekali saat kita hendak mempresentasikan atau mendemokan progress program web kita ke klien maupun dosen kita. Kita tidak perlu menginstal software tertentu terlebih dahulu atau meng-copy-kan file kita ke komputer klien, karena hal tersebut beresiko , baik dari segi keterjagaan file kita maupun tingkat keefisienan.

Hanya dengan sekali klik saja aplikasi web kita (beserta database yang terkait) dapat kita akses dan kita jalankan, menarik bukan? (Dalam kasus ini penulis menggunakan aplikasi web menggunakan bahasa PHP dan database MySQL).
1.Download software freeware MicroWeb-1.50.

2.Extract MicroWeb -1.50.zip ke directory yang Anda inginkan.
3.Pada directory hasil extract, akan muncul beberapa directory baru dalam folder MicroWeb -1.50


4.Salinlah file-file web kita pada folder htdocs, jika file index kita berekstensi selain html maka jangan lupa menghapus file index.html di folder htdocs tadi. Dan copykan file index kita yang baru.

5.Copykan folder database kita yang berekstensi *.frm, *.MYD, *.MYI ke direcroty MicroWeb -1.50\mysql\data\. (Database penulis bernama si_ti).

6.Nah, sekarang untuk menjalankan aplikasi web tadi, pembaca hanya perlu mengklik file microweb.exe yang ada di luar directory.


7.Salinlah isi folder microweb-1.50 tadi ke flashidisk atau bakar ke CD/DCD. Microweb secara otomatis telah mensetting aplikasi kita agar menjadi autorun, sehingga akan langsung dieksekusi saat flasdisk/CD/DVD tadi dimasukin ke suatu komputer/laptop.
8.Selamat mencoba.

Kamis, 31 Desember 2009

.:Mahasiswa Militan:.



Salam segar semuanya. . .


Istilah ‘mahasiswa’ tentunya menyandang makna sebagai pelaku keilmuan yang lebih spesifik , entah dalam giat rangka menjelajah, meracik atau mengeksekusi keilmuan tersebut.

Istilah ‘militan’ pun nan populer dan familiar di telinga kita. Militan berarti ada kemauan yang keras serta penuh gairah dan semangat. Berangkat dari definisi inilah maka militansi menjadi sifat yg utama dlm komunitas atau golongan tertentu dalam prosesi peng-kaderan anggotanya.

Nah, maka mari kita bicarakan judul obrolan kita kali ini, yakni ‘mahasiswa militan’. Dan menyimak beberapa tawaran barometer ke-militansi-an seorang mahasiswa.

. . Seorang mahasiswa yang militan itu adalah ketika kita menelaah koleksi bukunya maka kita bisa menebak jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yang militan itu adalah saat kita singgah ke kamarnya, dan melihat situasi di dalamnya entah tempelan-tempelan atau pernak-pernik yang ada kita bisa tahu jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yg militan itu adalah saat kita menelaah karya-karyanya, maka kita dengan yakinnya bisa menerka jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yang militan itu adalah saat kita menyimak solusi-solusi yg ia tawarkan kita bisa paham di jurusan apa dia belajar,
. . Mahasiswa yg militan itu setidaknya memiliki satu ‘high quality dream’ yg erat berkait bidang keilmuannya. Dan ketika ia mendengar nama jurusannya disebut, maka menjadi lebih segar lah ia dan lebih bersemangat ria.

Sehingga, mari bermilitansi dalam spesialisasi akademisi kita masing-masing. Kita telah memilih, kita telah secara sadar tercebur, maka menyelamlah lebih dalam.

Semangat bermilitansi!

Jumat, 20 November 2009

Fiqih ‘Copy-Paste’ (hehe..iseng aja)



Singkat saja
, bahwa setiap anak Adam yg masih bernafas dan berakal, tak ayal lagi udah built-in padanya khazanah kehandalan dan keterbatasan uniknya masing-masing.

Serta, mustahil bagi kita tuk bisa mengalami segala hal, nuansa, dan fenomena semasa hidup kita, maka kebajikan berbagi diperlukan di sini.

Aktifitas CPD (copy, paste, dan delete) seakan menjadi style and need (gaya dan kebutuhan) era modern, apalagi di dunia mahasiswa.

Nah, disinilah beberapa hal yg perlu kita pahami bersama ttg CPD:

#1. Jarang baca file yg telah kita copy, malah akhirnya di delete juga…
Artinya, ilmu yg kita terima dari orang lain tdk hnya didengerin n diterima saja tanpa eksekusi, databasing dan pendalaman mendalam terkait ilmu tadi. Jangan sampai karena kita saking semangatnya tuk koleksi ilmu, esensi tholabul ‘ilm terdeviasi dgn hanya semangat ngopy saja dengan jarang sekali menindaklanjuti ilmu yg qta punyai tadi.

#2. Lebih sering ngopy punya orang, tapi jarang paste-in punya kita.. waaah!
Artinya, aktifitas menerima ilmu (entah pengalaman, motivasi, rujukan, dll) dgn aktifitas memberi kudu seimbang. Aktifitas menerima kebaikan orang dengan menebar amal baik jga perlu diseimbangkan. Wujud konkretnya adalah mungkin dgn menulis pengalaman kita, menyumbangkan buku kita, menjadi portable motivator, mengupload file kita, perpus berjalan, bersedekah, hobi bantu orang, de es be.

#3. Males ngerapiin file di hardisk kita..
Artinya, mari kita fokuskan nama drive hidup kita. Apakah fokus wanna be kita. File yang berserakan sama saja dengan kelakuan kita yang tak tertata, aliran let it flow adalah saat spesialisasi tujuan udah terarah dan target kita telah tegas, maka saatnya let it flow with tawakkal. Wujud konkretnya adalah mungkin dengan menentukan spesialisasi keilmuan dan skill kita dibarengi dgn menentukan target hidup kita.

#4. Eman men-delete file yg tidak penting
Artinya, hapuslah kebiasaan atau tingkah polah kita yg kurang bermanfaat, apalagi merugikan.

Semoga copy-paste kita berikutnya senantiasa dalam urusan tholabul ‘ilm dan fastabiqul khoirot. Kita hanya bisa berproses kawan! sedang output kita serahkan pada kuasaNYA.
Wallahua’lam

Rabu, 18 November 2009

"7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint"



Suatu hari pas ‘jalan-jalan’ di perpus kampus (UIN Maliki Malang), di rak zona utara, tanpa sengaja sekilas terbaca judul buku yg ‘berani’ n ‘aneh’. “7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint.” Singkat kata, berkat judulnya inilah buku ini akhirnya kupinjam.

Isman H. Suryaman (sang penulis) adalah orang yg berpengalaman di bidangnya. Sehari-harinya, Isman menjadi konsultan teknologi informasi. Selain itu, ia juga menjadi copywriter, editor, dan penerjemah lepas. Mungkin bermula dari keprihatinan melihat ‘korban-korban’ slide presentasi yg ‘kejam’, maka buku ini beliau susun dan akhirnya bisa hadir di tengah-tengah kita.

Kita tahu, sebagy mahasiswa, aktifitas meracik presentasi akan sering terjadi, dan makin hari kudu semakin baik bukan?

Kesuksesan presentasi sepertinya ada tiga factor: yaitu skill public speaking, slide presentasi, dan isi materi. Dan, buku ini lebih membahas yg kedua.

Ada sedikit yg sempat terangkum dari sekian banyak ilmu, teori, n pengalaman di buku ini, diantaranya adalah (sekaligus tak tambahin dikit):


# Gambar yang sesuai bisa senilai 1000 kata

Presentasi yg apik tidak dipenuhi dg teks (text based), tapi dengan bagan, ilustrasi, tabel, flowchart, piramida, dsb. Kita lebih sering bisa dgn mudah memahami via gambar ketimbang via ‘dongengan’. . betul 3x!

# One slide not always one idea
Hindari mindset bahwa satu ide harus dalam satu slide, sehingga kan memaksakan pemampatan/penjejalan, lanjutin aaja ke slide berikutnya. Dan juga yg perlu diingat bahwa jangan takut memikirkan jumlah slide kita, karena antar slide tidak harus sama durasi waktu penyampaiannya, ada yg singkat n ada yg sebaiknya lama.

# Teknik-teknik kreatif penghasil ide:

1.Pake analogi
2.Dengan perbandingan yg ekstrem
3.Format seperti cerita
4.Bisa dengan plesetan/permainan kata
5.Singkatan/akronim
6.Visualisasi
7.Pantun/nyanyian/lirik terkait
8.Menggunakan permainan “Seandainya….”
9.Asosiasi dua hal yg tampak berbeda

# Simple but cool
Pergunakan template/background yg ‘bersahabat’. Perhatikan kombinasi warna antara warna background dengan teksnya, apabila backgroundnya gelap maka teksnya harus terang, begitu juga sebaliknya.

Hindari pemakaian animasi (yg menurut kita) lucu n keren, padahal akan memecah fokus hadirin n ini sangat merugikan kita

Kalo bisa gunakan template bikinan sendiri, cara bikinnya pun tak susah, inilah caranya . Dengan membuat template sendiri, kita bisa menyesuaikan tema presentasi dengan desain template kita.

# Gunakan media lain yg bisa mensupport gagasan
Mungkin dengan video singkat, suara, atau dengan simulasi real di tengah-tengah hadirin.

# Varian-varian hand-out:

1.Pra Presentasi
Sbg dokumentasi tertulis utk memberikan pengetahuan dasar yg diperlukan utk memahami presentasi. Umumnya/minimal sehari sebelum presentasi

2.Saat Presentasi
- Dipakai jika ruangan acara luas shg semua peserta tdk jelas melihat presentasi atau mendengar suara pemateri.
- Atau saat kita tidak memakai media LCD
- Bisa juga sebgai antisipasi jika listrik mati

3.Pasca Presentasi
Berisi referensi lengkap dan panduan tindak lanjut setelah presentasi. Bisa berisi daftar contact pemateri, informasi panitia, acara selanjutnya, dsb.

Dan akhirnya, slide presentasi sejatinya adalah media tuk mempermudah transfer keilmuwan kita. Presentator yg mantab takkan bergantung pada slide, namun bisa memakai slide dengan efektif dan menyenangkan. Setiap point dalam presentasi kita haruslah berpower, mgkn itulah tujuan para developer yg di’sana’ saat membuat PowerPoint, Impress, atau Keynote.

Selasa, 17 November 2009

#DDLC (Dreams Development Life Cycle)

Apa sih DDLC??

Dreams development berarti menyusun impian yg baru atau memperbaiki impian yang telah ada. Hidup kita ibarat megaproject kita masing-masing. ~_~. So, creed it n create it!

Lhaa.. Koq perlu diganti?
Karena adanya beberapa reason, yaitu:
- reason one, adanya pertumbuhan kematangan spiritual dan intelektual. Sehingga impian kita kudu semakin ter-upgrade.
- reason two, kondisi sosial yg berubah, berimplikasi pada pergeseran solusi yg dibutuhkan masyarakat (social dreams)
- reason three, pergantian minat kita atau adanya spesialisasi di suatu bidang yg lebih radikal/ mengakar (radix=akar)
Kalo DDLC berarti tahapan-tahapan utama dalam proses dreams development.

Banyak sekali pilihan alur jenjang dalam dreams development, kesemuanya rada-rada mirip sih, mungkin yang kita sajikan di sini adalah salah satu aja..
Like this broe!!



Berikut agak sedikit penjabarannya. .

1. Tahap perencanaan, dipenuhi dgn aktivitas pencarian, semacam ‘search engine’ kita msing2 ttg keinginan terdalam kita. Kemudian kita list semuanya. Na’am! semuanya.
2. Tahap analisis, daftar tadi kemudian kita gali kepositifan, manfaat, kehalalan, keutamaan, dan lainnya utk kita pilah dan pilih berdasarkan urgensi, kedaruratan, dsb. Dari sinilah kita mulai nampak jelas impian kita.
3. Tahap perancangan, tahap utk mendesain atribut pendukung ketercapaian, mulai dari alokasi waktu yg jelas, modal yg dibutuhkan, kerjasama yg saling menguntungkan, beberapa strategi cadangan, dan lainnya.
4. Tahap penerapan, di sinilah adanya kompilasi dan eksekusi aksi impian kita di lapangan, dengan catatan boleh dinamis asal tak lalai substansi. Di sini pengarsipan akan sangat penting. Korporasi dengan partner harus dijaga akhlaq profesionalitasnya.
5. Tahap perawatan, yakni berkat adanya pengontrolan yg kan menghasilkan evaluasi-evaluasi terkait. Semangat sangat perlu dirawat. Dan komitmen keikhlasan serta fokus tujuan juga perlu di(!)kan.

#HIPO (Hierarchy Input Proses Output) of Human Struggle

Simply watch this!



Jadi, singkat cerita, setiap perjuangan impian manusia tergambarkan dalam gambar di atas, bahwa masukan dan usaha adalah kewajiban dan sepenunya aktifitas manusia. Keluarannya -entah berhasil atau tidaknya- adalah hak Allah. Sehingga perlunya suatu kesabaran dan tawakkal kepada Allah, yakni salah satunya dengan tidak mengabaikan kewajiban dngan keinginan. Dream, Pray, and Act!
Allahua’lam

Minggu, 15 November 2009

Cara Mudah Bikin Template Powerpoint

1.Buka powerpoint antum, trus siapin dua page/slide. Karena gambar background page pertama (awal) dan page berikutnya (isi) biasanya berbeda.


2.Di page 2, klik kanan >> Format Background >> Picture or texture fill >> pilih gambar sebagai background, jangan lupa di Apply to All.
NB: Gambar yg pas berukuran 800 x 600 pixel.

3.Di page 1, antum lakuin hal serupa pada page 2 tadi, dengan gambar yang berbeda. Tanpa di Apply to All

4.Tinggal disimpen dech, jangan lupa formatnya adalah PowerPoint Template (*.potx) atau PowerPoint 97-2003 Template (*.pot). Syukron (^_^)

Minggu, 08 November 2009

Dosa dan Surga Programmer Java



Tadi pagi (30/Okt/09) sekitar hampir jam 10, di SC UIN MALIKI Malang berlangsung semacam Workshop sebagai bagian rangkaian acara Gebyar ICT HMJ TI chapter 2009. Dan ta ra!! Funjava diundang sebagai pemateri disandingkan dengan komunitas IOC.

Nah, FJ kali ini kami membawakan materi “Dosa dan Surga Programmer Java” (inisiatif FJ sendiri), yang sebenarnya gabungan dari 2 materi yaitu, 'Dosa-dosa Programer Java' dan 'Masuk Surga dengan Java' (wuih). Sedang sobat2 IOC membincangkan sekelumit Netbeans. Agak singkat tadi, tapi berjalan dengan menarik. Sekitar 40 peserta hadir yang kebanyakan dari smt1.

Sebenarnya persiapan tim pemateri tmn2 FJ (Pak Bos Raga, Slamet Arif(ehm!), dan Ucox_mb) kurang maksimal, slide powerpointnya pun baru dibikin tadi malem (malem 30/10/09), dan background ppt pun baru dibikin 2 jam sebelum workshop (hehe). Tapi Alhamdulillah semuanya lancar. (really the power of kepepet)..

Pas workshop, kami baru mengerti ternyata workshop ini bertujuan tuk membandingkan java editor GEL dan NETBEANS, ttg masing-masing keunggulan dan kekurangannya. Jadi, kami kurang mempersiapkan aksesoris pendukung materi yang begituan. Entah mungkin karena kami kurang berkomunikasi dgn panitia, atau entahlah.

Pada akhir workshop saya agak nambahin dikit (sekaligus) sebagai konklusi singkat bahwa analogi keterkaitan GEL dan NETBEANS adalah seperti saat kita mau bikin “pecel” (^_^). Ada yang mulai dari nol dalam pembuatannya, mulai beli sayur di pasar, bumbunya ngulek sendiri, berasnya nanem sendiri, dsb. Sedang ada juga yg bumbunya beli yg dah jadi, sayurnya juga beli di minimarket, nasinya yg sachet-tan (ada gak ya), dsb. Jadi jika kita ingin mendalami pembuatan pecel kita maka coba cara yg pertama, dan apabila ingin cepet dan varian yg bxk maka ambil yg kedua, meski lebih 'mahal'. Begitu juga dengan coding Java, tapi pada intinya semuanya sama, yaitu satu bahasa, Java! Dan di FJ, kita pake semuanya…hihii... []by sastrawan.java

Selasa, 15 September 2009

LOMBA BLOG ILC 2009

LOMBA BLOG ILC 2009
Sumber : http://ilc2009.web.id

Indonesia Linux Conference 2009 akan mengadakan LOMBA BLOG ILC 2009. Sebagaimana trend Teknologi Informasi yang mengarah pada era Web 2.0 dan Social Networking saat ini,
Lomba Blog diharapkan menjadi ajang kreatifitas peserta
A. JENIS DAN WAKTU LOMBA
Jenis Lomba : Lomba Penulisan Entry Blog
Sosialisasi dan Pendaftaran : 10- 17 September 2009
Pelaksanaan Lomba : 18 September – 2 Oktober 2009
Penjurian dan Poling : 3 – 6 Oktober 2009
Pengumuman : 7 Oktober 2009
B. KETENTUAN LOMBA
1. Tulisan
a. Tema : “OSS dan LINUX Solusi yang Aman dan Menyenangkan”
b. Tulisan bebas (cerpen, esai, cerita sehari-hari, dll)
c. Panjang tulisan tidak dibatasi
d. Hasil karya asli penulis (kutipan pada beberapa bagian entry diperbolehkan, dengan mencantumkan sumber kutipan)
e. Menggunakan bahasa Indonesia (termasuk didalamnya bahasa serapan, atau bahasa sehari-hari)
2. Peserta Lomba
a. Peserta lomba adalah perorangan dan memiliki blog
b. Panitia lomba blog ini tidak diperbolehkan ikut jadi peserta lomba
c. MENDAFTAR sebagai peserta lomba dengan mengisi comment di posting pengumuman ini, caranya tulis: DAFTAR pada awal comment, kemudian menyertakan Nama, URL Blog, serta alamat email. Pendaftaran dilakukan mulai 10- 17 September 2009. Comment yang bukan berisi tentang pendaftaran akan dihapus oleh panitia.
d. Peserta memasang banner LOMBA BLOG ILC 2009 di blog masing-masing. (khusus untuk yang blognya di multiply atau friendster, banner bisa dipasang pada posting entry blog nanti)
3. Posting Hasil Entry yang Dilombakan
a. Hasil karya peserta yang dilombakan, dipublikasikan di blog masing-masing pada tanggal 18 September – 2 Oktober 2009.
b. Peserta juga diharuskan mengirimkan hasil karya yang dilombakan ke alamat email : lombablog.ilc2009@gmail.com Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya dengan menyebutkan :
- Nama peserta
- Judul Hasil Tulisan yang dilombakan
- Permalink / URL
4. Peserta yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan lomba di atas, tidak akan diikutsertakan ke proses selanjutnya, yaitu penjurian.
5. Panitia dan juri berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan di atas, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
6. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
C. ASPEK PENILAIAN
1. Kesesuaian dengan tema.
2. Penyajian
3. Orisinalitas
D. HADIAH
Pemenang I : banner blog eksklusif + uang tunai sebesar Rp 1.000.000,- + domain n hosting dari Qwords.com + buku Ijo Anget Anget dari Angingmammiri.org
Pemenang II : banner blog eksklusif + uang tunai sebesar Rp 750.000,- + domain n hosting dari Qwords.com + buku Ijo Anget Anget dari Angingmammiri.org
Pemenang III : banner blog eksklusif + uang tunai sebesar Rp 500.000,- + domain n hosting dari Qwords.com + buku Ijo Anget Anget dari Angingmammiri.org
Pemenang Favorit : banner blog eksklusif + aksesoris komputer + buku Ijo Anget Anget n merchandise dari Angingmammiri.org

Pengolahan Cinta Digital (PCD-1)

HAND OUT MATERI PRESENTASI :
Print out dengan kertas HVS ukuran A5
Isi:
1. Nama + NIM anggota kelompok
2. Judul Materi
3. Sub bab
4. Daftar Pustaka (minimal 3 text book + file)

TUGAS YANG HARUS DIBUAT
Nama file/folder : Judul materi (Nama + NIM anggota kelompok)
Terdiri dari sub-sub folder :
1. Presentasi (*.ppt) + daftar pustaka (text + file)
2. Contoh Aplikasi sesuai bahasan
3. Refferensi pendukung (file)

Ketentuan Presentasi :
1. Setiap kali pertemuan siap 2 kelompok
2. Mundur dari jadwal presentasi (-5)
3. Yang Maju dari jadwal presentasi (+5)
4. Anggota Kelompok tidak masuk saat presentasi (-5)
5. Membantu presentasi nilai individu (+10)
6. Penilaian pada saat presentasi : bahan presentasi, penguasaan materi, kerja sama, penguasaan kelas,

MATERI KULIAH :

I. Pendahuluan
II. Konsep Dasar Citra Digital
III. Peningkatan Mutu Citra (Image Enhancement)
IV. Domain Frekuensi
V. Restorasi Citra (Image Restoration)
VI. Kompresi Citra (Image Compression)
VII. Segmentasi Citra (Image Segmentation)
VIII. Representasi dan Deskripsi Citra
IX. Pengenalan Pola
X. Steganografi *
XI. Water Marking *

DAFTAR PUSTAKA :
1. Gonzales, R. C. dan R. E. Woods. 1992. Digital Image Processing. Addison-Wesley Publishing Company. Reading

2. Nalwan, Agustinus. 1997. Pengolahan Gambar secara Digital. Elex Media Komputindo. Kelompok Gramedia. Jakarta.

3. Parker, J. R. 1997. Algorithms for Image Processing and Computer Vision. Wiley Computer Publishing. John Wiley & Sons, Inc. New York.

Senin, 17 Agustus 2009

[UIN Menuju Kampus Sejuta Blogger]


Bapak Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Imam Suprayogo telah memberi inspirasi dan contoh yang luar biasa pada kita ttg dua hal, tentang kebiasaan menulis yang ‘menyehatkan’, dan tentang pemanfaatan teknologi internet. Maka rekor MURI pantas menjadi aspresiasi bagi ‘karya’ beliau tsb.

Nah sekarang kita, sudah sejauh manakah kita menjadi inspirasi bagi orang lain? Salah satunya melalui postingan blog kita. Tentunya tmn2 sudah paham bahwa sudah buanyak banget situs penyedia layanan blog yg gratis, uinblogger, multiply, blogger, wordpress, blogetik, dkk.

Ada beberapa manfaat dari ‘memelihara blog’, diantaranya adalah:
1.Bikin sense akademik kita jadi tajam, kita jadi mikir “apa yah kira2 bahan kuliah yg bisa diposting di blog”, contohnya ada yg bikin tutorial, tips menghafal rumus, daftar tempat PKL, bikin metode sendiri, dbl (dan buanyak lagi)

2.Kita jadi tambah kreatif. Dari banyak fitur2 blogging yg ada, kita jadi selektif memilihnya tuk jadiin blog kita keren, lucu, aneh, menarik dan berkesan.

3.Sebagai ‘rumah kita’ di dunianya maya. Sehingga semua orang bisa menjadi ‘tamu’ kita. Narsisme konstruktif akan tersalurkan di sini. Rivalisme solidaritas bisa berjalan.

4.Kita jadi px alasan tuk menulis, biar blog kita full isinya. Sehingga skill menulis kita jadi terasah, kita jadi berlatih.

5.Mencari penghasilan. Dengan mengikuti adsense2 dan fitur komersial lainnya. Ato bisa jadi dengan mengikuti kompetisi blog yg belakangan sedang rame2nya. Bahkan bisa seberuntung Kambing Jantan-nya Adhitya.

6.Media promosi dari usaha kita, ide kita, komunitas kita, dan bahan marketing lainnya.

7.Mencoba berguna bagi orang lain, dengan berbagi tips2 dan kiat2, menyediakan file2 download, kompilasi tausyiah2, kata2 mutiara, humor2 yg sehat, berbagi pengalaman, dan ide cerdas lainnya.

8.Bisa nambah temen, dari comment orang lain di postingan blog kita, bisa jadi ketemu ama temen lama qta jika postingan kita ttg masa kecil ato ttg daerah asal kita.

9.Dan manfaat lainnya.

Menjadi seorang blogger berarti telah melahirkan diri di dunia yg lainnya. Media cipta, rasa dan karsa yang unik dan sejagat-isme. Dengan aktifitas blogging seakan diri kita menjadi mendunia. Banyak teman kita di sana telah berBlog ria, saatnya kita tuk meramaikan dunia maya dgn keunikan dan kekhasan segala pd kita. Dan menjadikan kampus kita menjadi kampus sejuta blogger, kampus sejuta makna…

Go Global with your Blog!

Minggu, 09 Agustus 2009

Tips Bagi Desainer Grafis Pemula (dari seorang Pemula)


Menjadikan desain grafis sebagai hobi dan kesenangan memang pilihan yang oke punya.. Dengan berkreasi kita bisa ngilangin yang namanya kejenuhan kehidupan. Kita bebas memakai dan mengombinasikan semua warna dan bentuk semau kita. No rules and no limitation.
Seni adalah bagian pembangun dari kebudayaan, semoga seni grafis ini berakumulasi secara estetis dan menjadi mozaik-mozaik yg kan menata kebudayaan hidup kita.
Ada bebarapa tips yang bisa dipertimbangkan temen-temen tuk dijadiin kebiasaan demi meningkatkan skill dalam desain grafis, yaitu:

1.Sukai video atau film kartun/animasi yang menghadirkan warna dan bentuk yang memukau dan wah.. Seperti Final Fantasy, Naruto, dan lainnya. Sehingga sense of art kita mulai terbangun dan terbiasa dengan pola-pola yang estetikanya tinggi.

2.Ikuti lomba2, kompetisi, sayembara yang berhubungan dengan desain grafis, seperti lomba bikin logo, header web site, poster, dsb. Coba browsing di internet. Jangan takut kalah dulu, dengan ikutan seperti ini, maka kita dilatih serius dan tidak setengah-setengan dalam mendesain.

3.Analisis (pelototi) tuh poster atau gambar reklame yang keren-keren. Temukan kelebihan desainnya dan hubungkan dengan desainmu, mungkin bisa mencari kekurangan dari desain kita. Coba desain ulang gambar reklame/poster/dll tadi dengan caramu sendiri, sehingga ada kemungkinan menambah ilmu kita ttg tools dan metode yang belum diketahui.

4.Sering-sering bikin desain. Kalo da tmn yang minta tolong bikinkan stempel, stiker, spanduk, pamflet, sertifikat, dsb disanggupin aja. Ini penting untuk mengasah skill kita dan mengetahui penilaian dan tingkat penerimaan orang lain terhadap desain kita.

5.Yang pasti koleksi dan eksekusi buku-buku desain atau artikel2 di koran, majalah, internet yang berhubungan dengan desain. Buanyak sekali tutorial desain yang keren bertebaran di muka bumi..

6.Biasakan nyoret-nyoret di kertas. Di situ kita bisa meluapkan segala isi perasaan, bisa menjadi inspirasi pada desain kita nantinya, juga menjadi simpanan/cadangan dari kreasi kita dan sebagai step awal dari proses designing.

7.Join ama komunitas-komunitas desain (di dunia maya atau nyata), contohnya DevianArt, GXfindo, dsb. Di komunitas/forum tsb kita bisa share dan nanya2 ttg kendala desain kita. Bisa juga sebagai ajang promosi dan saling mengkritisi.

Untuk sementara mungkin itu aja dulu. Temen2 gak harus ngelakuin hal di atas semua, tapi kalo bener2 niat dan pengin focus, lakuin aja semuanya…saya juga kan jadi ikut seneng… Temen2 juga bisa nambahin tips lainnya yang lebih keren dan pas. So, semangat berkarya!!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More