The Art of 'Paper Management'

Pernah pusing pas ngeliat kertas berserakan di kamar kita ???!!... .

“Laskar Programmer” UIN Maliki Malang

GEMA-Satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Maliki Malang kaya akan kreatifitas...

The Next Generation of Superhero, is Us!

“Terkisah pada suatu malam yang kelam. Kala itu, semua penduduk bumi sedang terlelap. Jalanan sunyi....

WCU Itu 'Wong Cilik University' kan?

Maaf, tulisan ini hanya sebagai teman ngobrol saya aja.. Bukan utk tujuan aneh tertentu, karena isinya pasti tak berasa ilmiah dan minim kata-kata yang keren....

Harta, Tahta, Wanita, dan ............??

Duet dunia nyata dan dunia digital semakin intim saja. Dunia nyata semakin bergantung pada dunia cyber, dan dunia cyber kian kompleks....

Tampilkan postingan dengan label UIN Maliki (Maulana Malik Ibrahim) Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UIN Maliki (Maulana Malik Ibrahim) Malang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Serunya Liat Kompetisi E-Blog_2011 HTQ UIN Maliki Malang


Singkat cerita, kemaren temen2 HTQ UIN Maliki Malang ngadain lomba E-BLOG yg masuk dalam rangkaian acara Olimpiade Qurany 2011. Nah, kebetulan saya juga nonton pas lomba Blog itu digelar...

Pesertanya ada 6 blogger, siapa saja mereka...?? Ini dia para tersangkanya:

[1].http://www.dibalikmukjizatrasulullah.wordpress.com

[2].http://www.quranq.co.cc/

[3].http://kampusqurani.blogspot.com/

[4].http://www.alquranmania.blogspot.com/

[5].http://taufan.technologyntechnique.com/

[6].http://www.sinarqurani.net76.net/

Oleh panitia, kedua orang juri diminta memberikan penilaian berdasarkan tampilan dan artikel di blog tsb.... Nah, menurut saya pribadi, karna cita rasa desain tiap orang beda2 (kalo saya sih sukax yg simple2), agar penilaian lebih efektif, sebaiknya dibagi menjadi sub2 penilaian, yaitu:

[+] Point DESAIN: layout/widget, harmonisasi warna, kerapian konten
[+] Point TULISAN: orisinalitas, kesesuaian dg tema, kualitas/kdalaman isi

Kedua sub penilaian tadi, semuanya dijumlah lalu dihitung rata-ratanya....

Kompetisi E-Blog kali ini bisa dibilang masih perdana, coz OQ yg tahun kemaren ngadainnya lomba Cover Mushaf Al Quran.... Keduanya mnurut saya bagus dan bermanfaat, tpi klo dari segi keunikan, saya lebih milih yg lomba cover mushaf... Kenapa??? Krena kompetisi desain cover mushaf lebih jarang ketimbang lomba blog.... (Moga tahun depan lomba covernya diadakan lagi dgn format "live design competition").... Wuih, pasti kerennn....!!

Sekian cuap2 dari saya... ^^

Kamis, 24 Februari 2011

E-Learning Society

Situs InternetWorldStats.com menunjukkan bahwa pada sepanjang tahun 2009 pengguna internet (netter) di Indonesia mencapai angka 30 juta jiwa, atau 12,5% dari total penduduk seluruhnya (240,271,522 jiwa). Angka tersebut menempatkan Indonesia berada di rangking ke-13 pada daftar negara penyumbang pengguna internet di dunia (sebesar 1,7%). Hal ini mengindikasikan bahwa rakyat indonesia telah banyak yang menjadikan internet sebagai bagian dari gaya hidup (life style) mereka.

Tiga mhs UIN Maliki Malang di dpn gdg Rektorat
Istilah internet seringkali disebut juga dengan dunia internet atau dunia maya. Penggunaan kata "dunia" di sini seakan menganalogikan internet dengan dunia nyata. Hal tersebut dilandasi dengan kian banyaknya aplikasi internet yang turut menyempurnakannya menjadi sebuah dunia baru. Mulai dari kepemilikan website yang berfungsi sebagai rumah/toko/galeri online, online storage berfungsi sebagai gudang di internet, sampai dengan social networking yang berfungsi untuk menjalin pergaulan dengan netter lain. Ditambah lagi, dengan hadirnya teknologi yang mengadopsi dari konsep, aktivitas, dan produk di dunia nyata, seperti e-banking, e-ID, e-driving license, e-passport, e-commerce yang kesemuanya turut mengutuhkan komprehensivitas keduniaan internet.
Secara alamiah, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi, mendapat pengakuan, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini tampaknya juga berlaku di internet. dibuktikan dengan kian membludaknya aplikasi social networking sampai hari ini. Interaksi tersebut memiliki tujuan dan kepentingan yang beragam. Salah satu diantaranya adalah untuk membangun sebuah komunitas (masyarakat) pembelajar dunia maya, atau bisa kita sebut dengan e-learning society.

E-learning society merupakan sebuah komunitas netter yang menjadikan e-learning sebagai aktivitas utamanya. E-learning society bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, full e-learning society dan half e-learning society. Pada full e-learning society, aktivitas pokok learningnya sepenuhnya terjadi secara online, sedang pada half e-learning society, aktivitas learningnya terjadi secara online dan offline.
Untuk mewujudkan e-learning society yang berhasil dalam proses pembelajarannya, setidaknya terdapat empat elemen yang perlu diperhatikan: (1) Connection (koneksi internet yang lancar), (2) Collaboration (terjalinnya komunikasi antar anggota yang pro-aktif), (3) Innovation (lahirnya inovasi dan buah karya baru), dan (4) Cyber-Akhlaq (akhlaq yang tetap terjaga). Cyber-Akhlaq di sini dibutuhkan mengingat betapa mudahnya terjadi manipulasi informasi dan komunikasi di dunia internet.

Minggu, 24 Oktober 2010

“Laskar Programmer” UIN Maliki Malang


GEMA-Satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Maliki Malang kaya akan kreatifitas. Adalah mahasiswa Teknik Informatika, tepatnya kelas G dan H praktikum APS (Analisis dan Perancangan Sistem) 2009/2010, telah merilis sebuah buku kompilasi.

Buku yang berjudul sama dengan judul berita ini, berisi tiga topik bahasan. Yang pertama tentang mimpi-mimpi sebagai programmer. Topik pertama ini bertujuan agar kita memiliki harapan besar dan keinginan kuat dalam memperjuangkan kuliah kita.

Agar daya jangkau tentang isu informatika nasional semakin meluas, maka ditulislah topik swasembada software. Topik ketiga yaitu tentang Cyber Akhlaq, ditulis dalam buku ini guna mengokohkan etika kita sebagai seorang programmer, khususnya di dunia digital. Agar tak sembarangan menyalahgunakan skill yang kita miliki.

“Buku ini merupakan media belajar kami dalam dunia tulis-menulis. Selain disebar dalam bentuk e-book, beberapa buku kami cetak sendiri untuk disumbangkan ke perpustakaan kampus,” tutur asisten lab yang enggan disebut namanya. Sukses untuk Laskar Programer! Semoga mahasiswa lainnya mengikuti jejak kreatifitas kalian. (sab)

Ref: UINITY.blogspot.com

Klik utk download...

Senin, 23 Agustus 2010

WCU Itu 'Wong Cilik University' kan?

Maaf, tulisan ini hanya sebagai teman ngobrol saya aja.. Bukan utk tujuan aneh tertentu, karena isinya pasti tak berasa ilmiah dan minim kata-kata yang keren.. :D

****

Kalo saya boleh mengambil garis besar, kampus bertaraf global (Wordl Class Univ) itu berpatok pada faktor keterlibatan peran teknologi informasi, jumlah mahasiswa asing, pembudayaan bahasa asing, dan pastinya produktifitas hasil riset dan publikasi ilmiah warga kampus. Ada juga ttg Webometric, yg secara sederhana bisa dikatakan parameter prestasi web portal sebuah kampus (visibility, size, rich file, and scholar).

Nah, ada kondisi paradok yg unik berkait pertumbuhan ekonomi dan kemisikinan, menurut Guru Besar Universitas California Davis, Beijing Wing Thye Woo, "Pertumbuhan ekonomi yang tinggi saat ini tidak mampu mengurangi tingkat kemiskinan seperti sebelumnya". Sekarang pertanyaanya adalah apakah hal ini bisa terjadi juga dlm dunia pendidikan, dimana tingkat perkembangan mutu pendidikan belum tentu menjamin terangkatnya kecerdasan anak bangsa? Maaf, bkn bermaksud menyamakan pendidikan dgn eknomi, tapi semoga dari sini didapat suatu pemikiran kecil yg sedikit berguna.

Problem paradok ekonomi di atas terletak pada faktor pemerataan ekonomi dan daya akses masyarakat thd perekonomian. Pun dalam dunia pendidikan, bisa saja begitu. Rakyat kecil bisa saja semakin dijauhi dan dibatasi utk mengenyam pendidikan. Bayangkan sebuah kondisi dimana semua kampus sedang berbenah meroket mendunia tapi sedikit lupa ttg saudara kita yg cerdas, tapi tak mampu ikut terbang (miskin?


Kita pasti semua setuju dan mendukung dgn semua jenis kebijakan yg pro rakyat, sampai-sampai harus diperjuangkan dgn demonstrasi, tentunya pendidikan tinggi juga selayaknya berpihak pada rakyat. Saya kurang paham persisnya barometer standar dari WCU, apakah tingkat keberpihakan pada rakyat miskin juga dimasukkan. Tapi kalo misalnya tidak, berarti harus ditambahkan :D... Kenapa? Karena masih banyak generasi kita yg belum mampu kuliah.

Oya, satu lagi, disamping World Class Univ, ada gak ya yang namanya World Class Islamic University (WCIU)? Kalo ada, mungkin barometer tambahannya adlah jumlah hafidz di kmpus, keterjagaaan ajaran Islam di keseharian kampus, jumlah kajian keislaman kampus, dan tingkat integrasi semua kegiatan akademik dgn ajaran Islam. Wah, kalo begini pasti UIN Maliki Malang langsung menjadi kandidat juara...:D. WCIU pasti jadi idaman setiap orang, dgn memadukan knowledge dan spiritual (UIN banget). Coba dibayangkan sebuah kampus yg dimana-mana terdengar dgn sejuk ucapan salam dan tilawah, dimana-mana terlukis senyuman bersahabat, kebersihan terjaga, dan pada malam harinya dipenuhi murojaah hafalan... InsyaAllah akan jadi rebutan... (Tentu saja di samping maraknya diskusi keilmuan, riset/penelitian, rekayasa teknologi, seminar dan aktifitas ilmiah lainnya).

Akhirnya, semoga, UIN Maliki Malang bisa menjadi Wong Cilik University dahulu sebelum World Class University, semoga terus bisa mengayomi saudara sendiri sambil melayani tamu-tamu dari luar. Semoga tetap berkarakter Islam, dan mewujudkan mimpi kita bersama utk menjadi Top World Class Islamic University (WCIU). ^_^

Minggu, 20 Juni 2010

Mahasiswa Super, Saatnya Berubah!

BEM-F SAINTEK in action! Tadi pagi sampe siang (Sabtu - 19 Juli 2010) auditorium SAINTEK sebelah selatan ada lesehan-lesehan ilmiah (seminar yang pesertanya lesehan) bareng dua pemateri dari keduanya merupakan dosen kampus tetangga (UB), yakni pak M. Sasmito Djati dan Dr. Eng. Didik R. Santoso, M.Si. Oya, tema seminarnya kalo gak salah “....Mahasiswa Berbasis Kompetensi”

Anggep aja penulis lagi ngigau, jadi ini sama sekali bukan sejenis warta peristiwa atau yg lainnya. Karena unsur 5W + 1H-nya pasti gak sesuai kaidah.

Begini kawan, ada beberapa hal yg sepertinya perlu kita diskusikan bersama. Terkait budaya riset di kalangan mahasiswa UIN. Sempat saya kutip dua kalimat di slide pemateri, yaitu “Do not ever claim to be a scientist if not ever do research” dan “Do not ever claim to be a engineer if not ever produce something 'other' based on scientific principle”... Seperti itulah, riset/penelitian/berkarya tulis telah menjadi menu utama dalam hidup berilmu.

Tadi saya tangkap, ada tiga kiat agar kita bisa membudayakan riset,
1.Yg pertama adalah (tentu saja) membangkitkan kemauan mahasiswa sebagai calon peneliti, dari kemauan itulah akan mengalirkan semangat yg menggebu-gebu..
2.Kedua, lingkungan yang mendukung dan berbau riset. Bisa dengan bergabung suatu komunitas riset, lembaga belajar, masyarakat teknologi, lembaga penelitian dan pengembangan, dsb.
3.Tekad utk berkarya dalam bidang kompetensi kita, terus menerus berkarya dan 'ku ingin selamanya' berkarya (kata ungu)
Ketiga hal di atas akhirnya akan membentuk Knowledge Base Society yang menjadi wadah solusi bangsa dan agama kita.

Banyak sebenarnya yang dipaparkan tadi, beberapa diantaranya ttg status bangsa kita yg masih sebagai bangsa konsumen, terus juga kebangkitan intelektual “Si Mata Sipit” (bangsa Jepang, China, Korsel, Taiwan), serta juga dibahas tentang stigma negatif terhadap umat Islam (yg tentu saja keliru).

Terkait sikap kita thd dunia barat, ada dua hal yg menjadikan kita pantas menyandang status real looser, yaitu apabila accepting everything from western dan refusing everything from western.

Nah, bagaimanah jika kita akan lulus dari kampus? Bagaimanakah caranya untuk tetap mempertajam kompetensi kita?

Minggu, 09 Mei 2010

~:Swasembada Software:~

Aku tahu ilmuku masih amat dangkal, jadi aku riakkan saja, paling tidak ia kan terus mengalir dan tak menggenang sia-sia . . .

_Swasembada Software_
Telah banyak dikupas bahasan bertajuk kemandirian teknologi di tanah air, karena memang inilah ladang garapan sekaligus harapan kita bersama. Meski membludaknya angka mahasiswa TI, atau betapa ‘indah’nya nilai IPK kita, ‘canggih nian’nya aplikasi kita, akan mjd nonsense jika kita tak memberikan sumbangsih - meskipun sebesar dzarroh - bagi kemajuan bangsa ini.

That is it, swasembada (kurang lebih) berarti mencukupi kebutuhan diri sendiri (biasanya tentang kecukupan kebutuhan beras). Karena memang kata ‘swa’ agaknya berarti sendiri (mandiri). Sehinga swasembada software merup suatu keadaan mencukupi kebutuhan software sendiri, baik dalam urusan pribadi, lingkup kampus, perusahaan, maupun konteks suatu negara.

_Ilusi Teknologi_
Waw, ilusi teknologi telah membuat kita ‘terbius’ oleh canggihnya teknologi luar. Kita secara tak sadar tlah bangga hx dgn memilikinya/membelinya. Contoh yang mirip adalah seperti ilusi swalayan, kita jadi lebih bangga n enjoy belanja di mall daripada di pasar atau di toko-toko samping tempat tinggal kita. Kita tlah puas hanya dgn menjadi user saja, dgn tiadanya aksi lanjutan (follow up) tuk menjadi modifier pun sbgai creator. Dan puncaknya kita kudu menjadi trendsetter teknologi.

_Swadesi Software_
Benarkah swasembada software bukan hal yang mustahil?? Ada satu hal menarik lagi yg perlu dimunculkan di sini, yakni perihal gerakan Swadesi (yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi), yakni gerakan yg menganjurkan agar menggunakan produk (negeri) kita sendiri, dalam dimensi topik kali ini adalah pemakaian software bikinan sendiri (swasoftware). Jadi, jangan-jangan ini solusinya???

[hope it’ll be continued]


. . . Dan jika kau melihat ketertinggalan teknologi di negerimu, maka lakukanlah revolusi teknologi, jika kau tak mampu maka dengan demonstrasi teknologi, dan jika kau masih tak mampu maka perbanyaklah diskusi teknologi, tapi itu adalah selemah-lemahnya perjuangan seorang teknolog sejati. :)


Digitalisasi Kampus

Semoga bisa menuai gagasan-gagasan berkah….

Kalo kita sejenak membaca sejarah bencana alam di Nusantara, maka akan ada link ke dunia Information n communication technology (ICT) atau TIK. Misalnya pasca Tsunami di NAD, betapa banyak informasi berharga dan penting yang hilang. Sebut saja dokumen kepemilikan tanah, ribuan ijazah pelajar, surat ukur, obligasi, dll yang sebagian besar masih berbentuk dokumen cetak dan tidak ada backupnya. Bisa dikatakan peradaban informasinya bisa ikut musnah bersama raga fisiknya. Apakah solusinya??

Dan yang berikut juga penting, ada tiga elemen ICT yang saling melengkapi yakni hardware, software dan brainware (programmer, admin, analys, user). Hardware yg tanpa isi dan manusia maka menjadi seonggok benda mati yang tak berguna, software tanpa wadah dan pengguna maka akan seperti jiwa tanpa raga, dan manusia yang tak punya apa-apa, yaaa… jadilah manusia cacat yg tak mampu berbuat apa-apa.

Hal ini akan terkait dengan security/keamanan sistem. Entah kita memakai sistem informasi digital maupun sistem berbasis kertas (system based paper), jika tidak dijalankan oleh manusia yang shiddiq (jujur) dan fathonah (cerdas) maka akan sama-sama mengundang kerugian. Ancaman cracker tidaklah menjadi perkara besar jika sistem dihandle oleh orang cerdas dan jujur, bahkan bisa akan ‘terlalu’ bermanfaat…sipp…!

Dan lagi, ukhuwah (baca: integrasi) file dalam manajemen informasi tingkat pusat bisa lebih efektif jika bentuk informasinya seragam dan terhubung.

Satu hal lagi, terkait bidang Research and Development (R&D) (khususnya bidang teknologi) ada yang bilang bisa mempercepat proses kemandirian. Sebagai contoh, Sebuah Perusahaan Industri Telematika China (Hwuawei) bahkan mengalokasikan dana R&D ini lebih dari 60 % dari total pendapatan yang mereka miliki. Dalam waktu kurang dari 1 dekade seluruh teknologi terbaru telematika berhasil mereka kuasai.

Dan akan lebih mantab lagi jika objek R&D ini dimulai dari lingkungan sekitar kita dulu. Dengan harapan lingkungan kita tersebut tidak melulu menjadi target pasar teknologi, harus ada saatnya kita menjadi trendsetter dan produsen teknologi.

Maka akhirnya, teknologi hanyalah sebuah solusi berbentuk tools dan system yang tak akan mengubah karakter dan jati diri pemakainya. Bahkan jati diri bisa hilang jika manajemen informasi dikelola tdk secara professional dan terpadu. Serta untuk menghadapi tuntunan menjadi Masyarakat Informasi Global, maka langkah persiapannya tak lain adalah merampungkan kemandirian teknologi, betul...??

Senin, 22 Maret 2010

.:The Art Of Khusnudzon:.


Kenapa sih kita mesti berkhusnudzon? pastinya tak akan sedikit penjelasannya (alias gak tau ^_^), tapi seingat saya karena selain sebagai anasir akhlaqul karimah juga sebagai pengokoh ukhuwah (persaudaraan) se’sama’ kita.
Oya! kalo kita pikir-pikir…… ada benarnya bila dikatakan bahwa akhlaq khusnudzon adalah akhlaq yang membutuhkan dan sekaligus melatih kreatifitas kita. Sebab, aktifitas khusnudzon bisa sangat melibatkan peran imajinasi dan fantasi otak manusia.

Sebuah misal, jika suatu waktu kita makan di warung “Kang Lerap” (mm..bukan nama sebenarnya) yang kebetulan harganya relatif (sangat) mahal ketimbang warung sejenis, maka mari kita berkhusnudzon. Biarkan imajinasi kita terbang melangit dan memandang luas (dataran) alasan-alasan yang cantik. Maka hasilnya “yaa mungkin penjualnya lagi butuh uang tuk pengobatan salah satu keluarganya”, ato “may be penjualnya mau mudik ke kampungnya yang juwaaaauh tuk menemui ortu tercinta, so lagi btuh budget wuaaaakeh”, ato “mungkin ibu penjualnya hbis di tipu Shirosagi (sebutan utk money swindler)” dan ato2 yg lainnya. Intinya, jangan biarkan dalam list khusnudzon kita terdapat satu saja alasan negatif. Semuanya harus positif (meski kadang2 ada yg aneh).
Mengapa harus positif semua?? Yaaa.. karena masih belum terbukti (dgn data2 yg valid + ilmiah) alias masih berstatus prasangka, maka daripada ber-suudzon mendingan berkhusnudzon. Otak kita jadi segar dan hati qta jadi tenang.

Okey, jadi (katakanlah) konklusinya adalah “Jika Anda pandai berkhusnudzon maka (InsyaAllah) Anda seorang yang kreatif. Dan jika Anda ingin menjadi kreatif, maka berkhusnudzonlah”……
Okey, Allahua’lam bishowab..


Teknik Bundling Aplikasi Web (PHP) Menjadi Autorun

Teknik ini pada intinya membuat aplikasi web kita menjadi autorun (automatic running), sehingga kita tidak perlu repot-repot menginstal web server dan database software sebelumnya.
Teknik ini berguna sekali saat kita hendak mempresentasikan atau mendemokan progress program web kita ke klien maupun dosen kita. Kita tidak perlu menginstal software tertentu terlebih dahulu atau meng-copy-kan file kita ke komputer klien, karena hal tersebut beresiko , baik dari segi keterjagaan file kita maupun tingkat keefisienan.

Hanya dengan sekali klik saja aplikasi web kita (beserta database yang terkait) dapat kita akses dan kita jalankan, menarik bukan? (Dalam kasus ini penulis menggunakan aplikasi web menggunakan bahasa PHP dan database MySQL).
1.Download software freeware MicroWeb-1.50.

2.Extract MicroWeb -1.50.zip ke directory yang Anda inginkan.
3.Pada directory hasil extract, akan muncul beberapa directory baru dalam folder MicroWeb -1.50


4.Salinlah file-file web kita pada folder htdocs, jika file index kita berekstensi selain html maka jangan lupa menghapus file index.html di folder htdocs tadi. Dan copykan file index kita yang baru.

5.Copykan folder database kita yang berekstensi *.frm, *.MYD, *.MYI ke direcroty MicroWeb -1.50\mysql\data\. (Database penulis bernama si_ti).

6.Nah, sekarang untuk menjalankan aplikasi web tadi, pembaca hanya perlu mengklik file microweb.exe yang ada di luar directory.


7.Salinlah isi folder microweb-1.50 tadi ke flashidisk atau bakar ke CD/DCD. Microweb secara otomatis telah mensetting aplikasi kita agar menjadi autorun, sehingga akan langsung dieksekusi saat flasdisk/CD/DVD tadi dimasukin ke suatu komputer/laptop.
8.Selamat mencoba.

Senin, 25 Januari 2010

Joyfull Learning, Why Not !!

Padat dan berkesan! kata yang sangat pas buat menggambarkan suasana diklat kemaren (Ahad, 24 Januari 2010). Diadain oleh temen2 mahasiswa prodi MPI Pascasarjana UIN MALIKI MALANG bekerjasama dengan MADRASAH ALIYAH AL ITTIHAD PONCOKUSUMO yang bertempat di Madrasah Aliyah Al Ittihad Malang, diklat ini mengambil tema “Joyfull Learning, Why Not !!”. Kalo diklatnya bernama lengkap DIKLAT MENDESAIN MEDIA PRESENTASI & PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING, jadi di situ ada beberapa materi yang terkait tema, kurang lebih diantaranya tentang pengenalan e-learning, multimedia pembelajaran dengan PowerPoint dan Flash, pembuatan Blog, dan pemanfaatan Movie Maker untuk pembelajaran. Nah, di sini saya kebagian amanah di materi “multimedia pembelajaran dengan PowerPoint dan Flash”, yang disampaikan dengan durasi 2 jam setengah.

Terkait materi, saya bagi menjadi dua bagian, tentunya tentang PowerPoint dan tentang Flash, berikut screenshotnya. Kalo materi powerpoint saya create dengan PowePoint, kalo yang Flash saya create dengan Flash, jadi biar sesuai aja.




Teramat banyak sekali pelajaran berharga yang didapat, pengalaman presentasi, bersosialisasi, tentang seni bercanda, dsb.
Meski saya akui, presentasi saya masih jauh dari sempurna, namun ada kepuasan yang terasa. Di samping karena peserta antusias mengikuti materi, dan temen2 panitia juga pada akrab semuanya

So, my thanxfull very full to everyone, kepada Mas Ali, Pak Masyudi, Mas Akmal, Mas Hendi, Mas Imam, Pak Aziz, para Mbak-mbak semua, Mas Hamdani, dan Mas-Mas yang lainnya.
Bravo Dunia Pendidikan Indonesia!!

Kamis, 31 Desember 2009

.:Mahasiswa Militan:.



Salam segar semuanya. . .


Istilah ‘mahasiswa’ tentunya menyandang makna sebagai pelaku keilmuan yang lebih spesifik , entah dalam giat rangka menjelajah, meracik atau mengeksekusi keilmuan tersebut.

Istilah ‘militan’ pun nan populer dan familiar di telinga kita. Militan berarti ada kemauan yang keras serta penuh gairah dan semangat. Berangkat dari definisi inilah maka militansi menjadi sifat yg utama dlm komunitas atau golongan tertentu dalam prosesi peng-kaderan anggotanya.

Nah, maka mari kita bicarakan judul obrolan kita kali ini, yakni ‘mahasiswa militan’. Dan menyimak beberapa tawaran barometer ke-militansi-an seorang mahasiswa.

. . Seorang mahasiswa yang militan itu adalah ketika kita menelaah koleksi bukunya maka kita bisa menebak jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yang militan itu adalah saat kita singgah ke kamarnya, dan melihat situasi di dalamnya entah tempelan-tempelan atau pernak-pernik yang ada kita bisa tahu jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yg militan itu adalah saat kita menelaah karya-karyanya, maka kita dengan yakinnya bisa menerka jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yang militan itu adalah saat kita menyimak solusi-solusi yg ia tawarkan kita bisa paham di jurusan apa dia belajar,
. . Mahasiswa yg militan itu setidaknya memiliki satu ‘high quality dream’ yg erat berkait bidang keilmuannya. Dan ketika ia mendengar nama jurusannya disebut, maka menjadi lebih segar lah ia dan lebih bersemangat ria.

Sehingga, mari bermilitansi dalam spesialisasi akademisi kita masing-masing. Kita telah memilih, kita telah secara sadar tercebur, maka menyelamlah lebih dalam.

Semangat bermilitansi!

Rabu, 18 November 2009

"7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint"



Suatu hari pas ‘jalan-jalan’ di perpus kampus (UIN Maliki Malang), di rak zona utara, tanpa sengaja sekilas terbaca judul buku yg ‘berani’ n ‘aneh’. “7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint.” Singkat kata, berkat judulnya inilah buku ini akhirnya kupinjam.

Isman H. Suryaman (sang penulis) adalah orang yg berpengalaman di bidangnya. Sehari-harinya, Isman menjadi konsultan teknologi informasi. Selain itu, ia juga menjadi copywriter, editor, dan penerjemah lepas. Mungkin bermula dari keprihatinan melihat ‘korban-korban’ slide presentasi yg ‘kejam’, maka buku ini beliau susun dan akhirnya bisa hadir di tengah-tengah kita.

Kita tahu, sebagy mahasiswa, aktifitas meracik presentasi akan sering terjadi, dan makin hari kudu semakin baik bukan?

Kesuksesan presentasi sepertinya ada tiga factor: yaitu skill public speaking, slide presentasi, dan isi materi. Dan, buku ini lebih membahas yg kedua.

Ada sedikit yg sempat terangkum dari sekian banyak ilmu, teori, n pengalaman di buku ini, diantaranya adalah (sekaligus tak tambahin dikit):


# Gambar yang sesuai bisa senilai 1000 kata

Presentasi yg apik tidak dipenuhi dg teks (text based), tapi dengan bagan, ilustrasi, tabel, flowchart, piramida, dsb. Kita lebih sering bisa dgn mudah memahami via gambar ketimbang via ‘dongengan’. . betul 3x!

# One slide not always one idea
Hindari mindset bahwa satu ide harus dalam satu slide, sehingga kan memaksakan pemampatan/penjejalan, lanjutin aaja ke slide berikutnya. Dan juga yg perlu diingat bahwa jangan takut memikirkan jumlah slide kita, karena antar slide tidak harus sama durasi waktu penyampaiannya, ada yg singkat n ada yg sebaiknya lama.

# Teknik-teknik kreatif penghasil ide:

1.Pake analogi
2.Dengan perbandingan yg ekstrem
3.Format seperti cerita
4.Bisa dengan plesetan/permainan kata
5.Singkatan/akronim
6.Visualisasi
7.Pantun/nyanyian/lirik terkait
8.Menggunakan permainan “Seandainya….”
9.Asosiasi dua hal yg tampak berbeda

# Simple but cool
Pergunakan template/background yg ‘bersahabat’. Perhatikan kombinasi warna antara warna background dengan teksnya, apabila backgroundnya gelap maka teksnya harus terang, begitu juga sebaliknya.

Hindari pemakaian animasi (yg menurut kita) lucu n keren, padahal akan memecah fokus hadirin n ini sangat merugikan kita

Kalo bisa gunakan template bikinan sendiri, cara bikinnya pun tak susah, inilah caranya . Dengan membuat template sendiri, kita bisa menyesuaikan tema presentasi dengan desain template kita.

# Gunakan media lain yg bisa mensupport gagasan
Mungkin dengan video singkat, suara, atau dengan simulasi real di tengah-tengah hadirin.

# Varian-varian hand-out:

1.Pra Presentasi
Sbg dokumentasi tertulis utk memberikan pengetahuan dasar yg diperlukan utk memahami presentasi. Umumnya/minimal sehari sebelum presentasi

2.Saat Presentasi
- Dipakai jika ruangan acara luas shg semua peserta tdk jelas melihat presentasi atau mendengar suara pemateri.
- Atau saat kita tidak memakai media LCD
- Bisa juga sebgai antisipasi jika listrik mati

3.Pasca Presentasi
Berisi referensi lengkap dan panduan tindak lanjut setelah presentasi. Bisa berisi daftar contact pemateri, informasi panitia, acara selanjutnya, dsb.

Dan akhirnya, slide presentasi sejatinya adalah media tuk mempermudah transfer keilmuwan kita. Presentator yg mantab takkan bergantung pada slide, namun bisa memakai slide dengan efektif dan menyenangkan. Setiap point dalam presentasi kita haruslah berpower, mgkn itulah tujuan para developer yg di’sana’ saat membuat PowerPoint, Impress, atau Keynote.

Selasa, 17 November 2009

#DDLC (Dreams Development Life Cycle)

Apa sih DDLC??

Dreams development berarti menyusun impian yg baru atau memperbaiki impian yang telah ada. Hidup kita ibarat megaproject kita masing-masing. ~_~. So, creed it n create it!

Lhaa.. Koq perlu diganti?
Karena adanya beberapa reason, yaitu:
- reason one, adanya pertumbuhan kematangan spiritual dan intelektual. Sehingga impian kita kudu semakin ter-upgrade.
- reason two, kondisi sosial yg berubah, berimplikasi pada pergeseran solusi yg dibutuhkan masyarakat (social dreams)
- reason three, pergantian minat kita atau adanya spesialisasi di suatu bidang yg lebih radikal/ mengakar (radix=akar)
Kalo DDLC berarti tahapan-tahapan utama dalam proses dreams development.

Banyak sekali pilihan alur jenjang dalam dreams development, kesemuanya rada-rada mirip sih, mungkin yang kita sajikan di sini adalah salah satu aja..
Like this broe!!



Berikut agak sedikit penjabarannya. .

1. Tahap perencanaan, dipenuhi dgn aktivitas pencarian, semacam ‘search engine’ kita msing2 ttg keinginan terdalam kita. Kemudian kita list semuanya. Na’am! semuanya.
2. Tahap analisis, daftar tadi kemudian kita gali kepositifan, manfaat, kehalalan, keutamaan, dan lainnya utk kita pilah dan pilih berdasarkan urgensi, kedaruratan, dsb. Dari sinilah kita mulai nampak jelas impian kita.
3. Tahap perancangan, tahap utk mendesain atribut pendukung ketercapaian, mulai dari alokasi waktu yg jelas, modal yg dibutuhkan, kerjasama yg saling menguntungkan, beberapa strategi cadangan, dan lainnya.
4. Tahap penerapan, di sinilah adanya kompilasi dan eksekusi aksi impian kita di lapangan, dengan catatan boleh dinamis asal tak lalai substansi. Di sini pengarsipan akan sangat penting. Korporasi dengan partner harus dijaga akhlaq profesionalitasnya.
5. Tahap perawatan, yakni berkat adanya pengontrolan yg kan menghasilkan evaluasi-evaluasi terkait. Semangat sangat perlu dirawat. Dan komitmen keikhlasan serta fokus tujuan juga perlu di(!)kan.

#HIPO (Hierarchy Input Proses Output) of Human Struggle

Simply watch this!



Jadi, singkat cerita, setiap perjuangan impian manusia tergambarkan dalam gambar di atas, bahwa masukan dan usaha adalah kewajiban dan sepenunya aktifitas manusia. Keluarannya -entah berhasil atau tidaknya- adalah hak Allah. Sehingga perlunya suatu kesabaran dan tawakkal kepada Allah, yakni salah satunya dengan tidak mengabaikan kewajiban dngan keinginan. Dream, Pray, and Act!
Allahua’lam

Minggu, 08 November 2009

Dosa dan Surga Programmer Java



Tadi pagi (30/Okt/09) sekitar hampir jam 10, di SC UIN MALIKI Malang berlangsung semacam Workshop sebagai bagian rangkaian acara Gebyar ICT HMJ TI chapter 2009. Dan ta ra!! Funjava diundang sebagai pemateri disandingkan dengan komunitas IOC.

Nah, FJ kali ini kami membawakan materi “Dosa dan Surga Programmer Java” (inisiatif FJ sendiri), yang sebenarnya gabungan dari 2 materi yaitu, 'Dosa-dosa Programer Java' dan 'Masuk Surga dengan Java' (wuih). Sedang sobat2 IOC membincangkan sekelumit Netbeans. Agak singkat tadi, tapi berjalan dengan menarik. Sekitar 40 peserta hadir yang kebanyakan dari smt1.

Sebenarnya persiapan tim pemateri tmn2 FJ (Pak Bos Raga, Slamet Arif(ehm!), dan Ucox_mb) kurang maksimal, slide powerpointnya pun baru dibikin tadi malem (malem 30/10/09), dan background ppt pun baru dibikin 2 jam sebelum workshop (hehe). Tapi Alhamdulillah semuanya lancar. (really the power of kepepet)..

Pas workshop, kami baru mengerti ternyata workshop ini bertujuan tuk membandingkan java editor GEL dan NETBEANS, ttg masing-masing keunggulan dan kekurangannya. Jadi, kami kurang mempersiapkan aksesoris pendukung materi yang begituan. Entah mungkin karena kami kurang berkomunikasi dgn panitia, atau entahlah.

Pada akhir workshop saya agak nambahin dikit (sekaligus) sebagai konklusi singkat bahwa analogi keterkaitan GEL dan NETBEANS adalah seperti saat kita mau bikin “pecel” (^_^). Ada yang mulai dari nol dalam pembuatannya, mulai beli sayur di pasar, bumbunya ngulek sendiri, berasnya nanem sendiri, dsb. Sedang ada juga yg bumbunya beli yg dah jadi, sayurnya juga beli di minimarket, nasinya yg sachet-tan (ada gak ya), dsb. Jadi jika kita ingin mendalami pembuatan pecel kita maka coba cara yg pertama, dan apabila ingin cepet dan varian yg bxk maka ambil yg kedua, meski lebih 'mahal'. Begitu juga dengan coding Java, tapi pada intinya semuanya sama, yaitu satu bahasa, Java! Dan di FJ, kita pake semuanya…hihii... []by sastrawan.java

Selasa, 15 September 2009

Pengolahan Cinta Digital (PCD-1)

HAND OUT MATERI PRESENTASI :
Print out dengan kertas HVS ukuran A5
Isi:
1. Nama + NIM anggota kelompok
2. Judul Materi
3. Sub bab
4. Daftar Pustaka (minimal 3 text book + file)

TUGAS YANG HARUS DIBUAT
Nama file/folder : Judul materi (Nama + NIM anggota kelompok)
Terdiri dari sub-sub folder :
1. Presentasi (*.ppt) + daftar pustaka (text + file)
2. Contoh Aplikasi sesuai bahasan
3. Refferensi pendukung (file)

Ketentuan Presentasi :
1. Setiap kali pertemuan siap 2 kelompok
2. Mundur dari jadwal presentasi (-5)
3. Yang Maju dari jadwal presentasi (+5)
4. Anggota Kelompok tidak masuk saat presentasi (-5)
5. Membantu presentasi nilai individu (+10)
6. Penilaian pada saat presentasi : bahan presentasi, penguasaan materi, kerja sama, penguasaan kelas,

MATERI KULIAH :

I. Pendahuluan
II. Konsep Dasar Citra Digital
III. Peningkatan Mutu Citra (Image Enhancement)
IV. Domain Frekuensi
V. Restorasi Citra (Image Restoration)
VI. Kompresi Citra (Image Compression)
VII. Segmentasi Citra (Image Segmentation)
VIII. Representasi dan Deskripsi Citra
IX. Pengenalan Pola
X. Steganografi *
XI. Water Marking *

DAFTAR PUSTAKA :
1. Gonzales, R. C. dan R. E. Woods. 1992. Digital Image Processing. Addison-Wesley Publishing Company. Reading

2. Nalwan, Agustinus. 1997. Pengolahan Gambar secara Digital. Elex Media Komputindo. Kelompok Gramedia. Jakarta.

3. Parker, J. R. 1997. Algorithms for Image Processing and Computer Vision. Wiley Computer Publishing. John Wiley & Sons, Inc. New York.

Senin, 17 Agustus 2009

[UIN Menuju Kampus Sejuta Blogger]


Bapak Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Imam Suprayogo telah memberi inspirasi dan contoh yang luar biasa pada kita ttg dua hal, tentang kebiasaan menulis yang ‘menyehatkan’, dan tentang pemanfaatan teknologi internet. Maka rekor MURI pantas menjadi aspresiasi bagi ‘karya’ beliau tsb.

Nah sekarang kita, sudah sejauh manakah kita menjadi inspirasi bagi orang lain? Salah satunya melalui postingan blog kita. Tentunya tmn2 sudah paham bahwa sudah buanyak banget situs penyedia layanan blog yg gratis, uinblogger, multiply, blogger, wordpress, blogetik, dkk.

Ada beberapa manfaat dari ‘memelihara blog’, diantaranya adalah:
1.Bikin sense akademik kita jadi tajam, kita jadi mikir “apa yah kira2 bahan kuliah yg bisa diposting di blog”, contohnya ada yg bikin tutorial, tips menghafal rumus, daftar tempat PKL, bikin metode sendiri, dbl (dan buanyak lagi)

2.Kita jadi tambah kreatif. Dari banyak fitur2 blogging yg ada, kita jadi selektif memilihnya tuk jadiin blog kita keren, lucu, aneh, menarik dan berkesan.

3.Sebagai ‘rumah kita’ di dunianya maya. Sehingga semua orang bisa menjadi ‘tamu’ kita. Narsisme konstruktif akan tersalurkan di sini. Rivalisme solidaritas bisa berjalan.

4.Kita jadi px alasan tuk menulis, biar blog kita full isinya. Sehingga skill menulis kita jadi terasah, kita jadi berlatih.

5.Mencari penghasilan. Dengan mengikuti adsense2 dan fitur komersial lainnya. Ato bisa jadi dengan mengikuti kompetisi blog yg belakangan sedang rame2nya. Bahkan bisa seberuntung Kambing Jantan-nya Adhitya.

6.Media promosi dari usaha kita, ide kita, komunitas kita, dan bahan marketing lainnya.

7.Mencoba berguna bagi orang lain, dengan berbagi tips2 dan kiat2, menyediakan file2 download, kompilasi tausyiah2, kata2 mutiara, humor2 yg sehat, berbagi pengalaman, dan ide cerdas lainnya.

8.Bisa nambah temen, dari comment orang lain di postingan blog kita, bisa jadi ketemu ama temen lama qta jika postingan kita ttg masa kecil ato ttg daerah asal kita.

9.Dan manfaat lainnya.

Menjadi seorang blogger berarti telah melahirkan diri di dunia yg lainnya. Media cipta, rasa dan karsa yang unik dan sejagat-isme. Dengan aktifitas blogging seakan diri kita menjadi mendunia. Banyak teman kita di sana telah berBlog ria, saatnya kita tuk meramaikan dunia maya dgn keunikan dan kekhasan segala pd kita. Dan menjadikan kampus kita menjadi kampus sejuta blogger, kampus sejuta makna…

Go Global with your Blog!

Selasa, 12 Mei 2009

Komunitas Baru di UIN Maliki Malang



Komunitas Baru di UIN Malang

[hanya tulisan orang awam, baca pelan-pelan aja]


Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al Mujaadilah : 11]

Majelis” berarti suatu perkumpulan orang banyak, sehingga komunitas termasuk dalam kategori majelis. “Berlapanglah dalam majelis” (mungkin) berarti berkomunitaslah dengan ikhlas yang kan membawamu pada kesukahatian, dengannya akan muncul kesungguhan/keseriusan, namun tetap dalam naungan kesabaran. Solid serempaklah dalam gerak aktif komunitas.

Berikut geliat-geliat mahasiswa UIN setelah terbangun untuk merealitaskan mimpi-mimpi mereka:

  1. Aktivis Open Source

Telah banyak kajian tentang manfaat dari open source. Salah satunya mengatakan (dan benar) OpenSource dapat menaikkan creativity in technology anak bangsa. Serta sebagai solusi penghematan saku negara. Ada juga yang berpendapat open source bukan hanya meningkatkan kemajuan level teknologis, tetapi juga berkontribusi dalam membangun budaya mentalitas bangsa, serta ekonomi pun terbantu tanpa adanya tagihan lisensi, dsb.

Berangkat dari situlah para aktivis ini bersama merapatkan shof seusai mendengar panggilan jeritan hati nurani mereka untuk merdeka dari ‘belenggu’, dan berproses dengan hasil jerih payah ‘tangan’ mereka sendiri.

Indonesia Go Open Source (IGOS) sepertinya akan mustahil tanpa adanya Myself Go Open Source dahulu! Dan mereka telah memulainya.

  1. Aktivis Artistic

Keindahan, indah di mata, di telinga, dan yang terpenting adalah indah di hati. Itulah media-media keindahan. Para aktivis ini telah menyadari banyak tools untuk merepresentasikan dimensi kebutuhan mereka, kebutuhan dapat merasakan keindahan, menciptakan dan memperjuangkannya.

Media-media tersebut sejatinya adalah untuk menjadikan purpose kita semakin mudah teraih, berkat adanya ‘perjodohan’ antar warna-warna, perjodohan bentu-bentuk, dan perjodohan antar gerak (motion), namun harus didahului ijab qobul kepantasan dan mahar kebaikan. Dari sinilah akan terlahir kemengertian-kemengertian.

Estetika kehidupan tampak dalam seberapa estetis desain niatmu, ucapanmu, tingkahmu. Itulah sebenarnya karya hidupmu. Dan menjadi indahlah berkat majelis keindahan ini.


  1. Aktivis Multiplatform

Berkarya itu tak bergantung tempat kompilasi, tak melihat sistem beroperasi. Seperti ‘secangkir kopi’ yang menguapkan kehangatannya, seperti itulah para aktivis ini. Bersama dalam cangkir persahabatan menguapkan kehangatan-kehangatan karya hidup, yang dengannya orang kan terhilang dari ‘kantuk’ kesulitan.

Trilogi aplikasi menjadi modal berkarya. Final destination-nya adalah kemajuan teknologi bangsa tentunya. Mengembalikan kejayaan terdahulu. Melatih kemandirian dalam hal kehidupan berteknologi ria anak bangsa.

Semoga cangkir ini dapat menuangkan karya terbaik, baik di waktu ‘pagi’, ‘siang’, dan ‘malam’.

Semoga embrio-embrio ini tumbuh dewasa seiring dewasanya kemampuan teknologi bangsa. Besar dalam senyuman bersama. Beauty in diversity.

Walau harus merangkak, tertatih-tatih, sesekali terjatuh, atau lalai, itu bukan masalah. Baru menjadi masalah ketika setiap pencapaian tak melahirkan kebaikan dan setiap kesalahan tak melahirkan perbaikan.

Dalam setiap beraktifitas, ingatlah akan janji Allah dalam ayat di atas, berupa peninggian derajat, di ‘sini’ maupun di ‘sana’ bagi yang beriman dan berilmu…

Wallahua’lam bishawab. [s-logy]

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More