The Art of 'Paper Management'

Pernah pusing pas ngeliat kertas berserakan di kamar kita ???!!... .

“Laskar Programmer” UIN Maliki Malang

GEMA-Satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Maliki Malang kaya akan kreatifitas...

The Next Generation of Superhero, is Us!

“Terkisah pada suatu malam yang kelam. Kala itu, semua penduduk bumi sedang terlelap. Jalanan sunyi....

WCU Itu 'Wong Cilik University' kan?

Maaf, tulisan ini hanya sebagai teman ngobrol saya aja.. Bukan utk tujuan aneh tertentu, karena isinya pasti tak berasa ilmiah dan minim kata-kata yang keren....

Harta, Tahta, Wanita, dan ............??

Duet dunia nyata dan dunia digital semakin intim saja. Dunia nyata semakin bergantung pada dunia cyber, dan dunia cyber kian kompleks....

Tampilkan postingan dengan label crea-tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label crea-tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Resep Membuat dan Merawat Grup Facebook


Halah, koq berani nulis tips begian. Padahal baru sedikit grup yang ku buat, dan itupun sepi semua. Tapi gak apalah, anggep aja sekedar bacaan ringan di sela aktifitas pembaca, wabil khusus buat para admin grup facebook.

Berikut poin-poin yg bisa aku share:
Sebaiknya bikinlah grup yg jelas topiknya. Apakah itu termasuk grup kekeluargaan, bidang ilmu tertentu, satu gerakan sosial, komunitas tertentu, fans seorang tokoh, sebuah projek, dsb. Hindari membuat grup yg gak jelas topik yang ingin diobrolkan. Juga grup yang terlalu luas topiknya. Sebab menurutku, dgn platform grup facebook sekarang, hal itu tidak efektif.


Admin sebaiknya berlaku tegas. Baik dlm hal me-remove postingan yg OOT (out of topic), juga terkait member yg gak mau dikasi warning. Kasi kartu kuning dulu, baru priiitt...! out kartu merah. OOT biasanya berupa iklan, foto narsis, promosi fanpage, joke geje (gak jelas), kampanye, dan sebagainya. Hal ini semata-mata agar member yang ‘gak berdosa’ merasa betah dan nyaman nongkrong di grup kita.




Sebaiknya jangan terlalu berambisius nge-add temen ke grup. Member yg banyak blm tentu bakal rame. Kalo aku sih, lebih suka grup yang sedikit member-nya tapi jelas dan akrab, daripada yg banyak tapi geje semua. Biarkan temen2 kita bergabung atas kemauan mereka sendiri.



Selingi dengan gambar, video, atau joke yg masih nyambung dgn topik dan spirit grup. Biar gak bosen n monoton.





Gak perlu ‘egois’ jadi admin. Adminkanlah member yg punya antusiasme dan sering berkontribusi dalam grup. Biarkan mereka berbahagia, hehe.. Maksudnya, agar tanggung jawab kita terbagi.


Kalo misalnya ada grup baru yang sejenis dgn grup kita, jangan dianggap sebgai saingan, justru jadikan partner. Ajak tuk saling berbagi informasi.




Kiranya ini dulu dariku. Mungkin esok bisa diperbaiki lagi resepnya. Semoga bermanfaat. Happy groupwalking ya...!

Sabtu, 23 April 2011

Cara Mudah Download File Flash (*.swf) dengan Mozilla Firefox

1.       Buka halaman yg mengandung file *.swf tersebut
2.       Buka menu Tools>Page Info>Media
3.       Carilah file *.swf pada kolom Address

  
4.       Setelah ketemu, pilih file tersebut
5.       Klik tombol Save As
6.       Tentukan lokasi penyimpanan > OK
7.       Tunggu sampai file selesai didonlot... dan Alhamdulillah....

Senin, 23 November 2009

The Art of 'Paper Management'


Pernah pusing pas ngeliat kertas berserakan di kamar kita ???!!

Dah sering kita rapikan dan kelompokkan, tapi tetep aja besok2 akhirnya qta re-organize lagi dan lagi..

Meski di era hitech yg datanya serba file ini, siapa yang gak punya kertas, bukan hanya kertas sisa bungkus gorengan saja, ada makalah, fotokopian pamflet, sisa revisi proposal, dll. Nah , akan sangat memusingkan n menambah memori beban kita. Maka dari itulah muncul istilah ‘manajemen kertas’ ini. Temen2 bisa nambahin sendiri tips-tips nya.

1.Tanamkan mindset bahwa kertas juga penting. Gak selalu file bisa menggantikan kedudukan kertas, seperti pada ijazah, legalisir surat-surat, pamflet, dll. Dan bahwa manajemen kertas juga penting!

2.Minimalisir penggunaan kertas yg kurang bermanfaat, contohnya dikit-dikit ngeprint di kertas dlm hal sepele.

3.Sediakan tools (alat) yang diperlukan dalam manajemen kertas, seperti steples, clip, map kertas/plastik, binder gedhe, gunting, cutter, dll


4.Dalam pengarsipan kertas, bikin kategori pengelompokan kertas. Contohnya arsip kuliah, arsip makalah, arsip organisasi, arsip pribadi, arsip sertifikat, arsip rahasia, arsip surat kabar, dsb. Pisahkan semua kategori tadi, bisa dengan map dan atau clip. Kemudian masukkan dalam wadah khusus untuk kertas, contoh kardus.

5.Untuk kertas yg dibawa, pisahkan juga berdasarkan kategori yang ada. Kemudian masukkan ke wadah khusus kertas, seperti folder.

6.Carilah kertas yang bisa dikonversi ke dalam file, artinya akan tidak akan ada masalah jika isi dari kertas kita ketikkan di file, kemudian kertas tadi bisa qta buang.

7.Segera laminasi kertas berharga kita, misalnya ijazah, kartu hasil studi agar aman dari resiko robek, basah, dan kotor.

8.Secara tegas membuang kertas-kertas yg tak diperlukan lagi.

9.Jangan gampang melipat-lipat kertas, hal tersebut akan menyebabkan kualitas isi kertas berkurang, begitu juga umurnya.

10.Utk (kertas) foto ditaruh di album foto aja.

11.Jangan gampang membuang kertas, periksa apakah kertas tersebut masih bisa dimanfaatkan ulang, mungkin sebagai dekorasi mading, testing printer, oret-oretan, utk nyetak referensi (di bagian kosong), tapi disimpan secara apik. Yang gak bisa ntar dikiloin aja.


Perlu diingat bahwa, kertas berasal dari salah satu sumber daya yg tak diperbaharui, sehingga sangat ditegaskan bagi setiap kita utk ikut serta dalam menjaga dan melestarikan keberlangsungan/keawetan sumber daya yang ada...

Rabu, 18 November 2009

"7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint"



Suatu hari pas ‘jalan-jalan’ di perpus kampus (UIN Maliki Malang), di rak zona utara, tanpa sengaja sekilas terbaca judul buku yg ‘berani’ n ‘aneh’. “7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint.” Singkat kata, berkat judulnya inilah buku ini akhirnya kupinjam.

Isman H. Suryaman (sang penulis) adalah orang yg berpengalaman di bidangnya. Sehari-harinya, Isman menjadi konsultan teknologi informasi. Selain itu, ia juga menjadi copywriter, editor, dan penerjemah lepas. Mungkin bermula dari keprihatinan melihat ‘korban-korban’ slide presentasi yg ‘kejam’, maka buku ini beliau susun dan akhirnya bisa hadir di tengah-tengah kita.

Kita tahu, sebagy mahasiswa, aktifitas meracik presentasi akan sering terjadi, dan makin hari kudu semakin baik bukan?

Kesuksesan presentasi sepertinya ada tiga factor: yaitu skill public speaking, slide presentasi, dan isi materi. Dan, buku ini lebih membahas yg kedua.

Ada sedikit yg sempat terangkum dari sekian banyak ilmu, teori, n pengalaman di buku ini, diantaranya adalah (sekaligus tak tambahin dikit):


# Gambar yang sesuai bisa senilai 1000 kata

Presentasi yg apik tidak dipenuhi dg teks (text based), tapi dengan bagan, ilustrasi, tabel, flowchart, piramida, dsb. Kita lebih sering bisa dgn mudah memahami via gambar ketimbang via ‘dongengan’. . betul 3x!

# One slide not always one idea
Hindari mindset bahwa satu ide harus dalam satu slide, sehingga kan memaksakan pemampatan/penjejalan, lanjutin aaja ke slide berikutnya. Dan juga yg perlu diingat bahwa jangan takut memikirkan jumlah slide kita, karena antar slide tidak harus sama durasi waktu penyampaiannya, ada yg singkat n ada yg sebaiknya lama.

# Teknik-teknik kreatif penghasil ide:

1.Pake analogi
2.Dengan perbandingan yg ekstrem
3.Format seperti cerita
4.Bisa dengan plesetan/permainan kata
5.Singkatan/akronim
6.Visualisasi
7.Pantun/nyanyian/lirik terkait
8.Menggunakan permainan “Seandainya….”
9.Asosiasi dua hal yg tampak berbeda

# Simple but cool
Pergunakan template/background yg ‘bersahabat’. Perhatikan kombinasi warna antara warna background dengan teksnya, apabila backgroundnya gelap maka teksnya harus terang, begitu juga sebaliknya.

Hindari pemakaian animasi (yg menurut kita) lucu n keren, padahal akan memecah fokus hadirin n ini sangat merugikan kita

Kalo bisa gunakan template bikinan sendiri, cara bikinnya pun tak susah, inilah caranya . Dengan membuat template sendiri, kita bisa menyesuaikan tema presentasi dengan desain template kita.

# Gunakan media lain yg bisa mensupport gagasan
Mungkin dengan video singkat, suara, atau dengan simulasi real di tengah-tengah hadirin.

# Varian-varian hand-out:

1.Pra Presentasi
Sbg dokumentasi tertulis utk memberikan pengetahuan dasar yg diperlukan utk memahami presentasi. Umumnya/minimal sehari sebelum presentasi

2.Saat Presentasi
- Dipakai jika ruangan acara luas shg semua peserta tdk jelas melihat presentasi atau mendengar suara pemateri.
- Atau saat kita tidak memakai media LCD
- Bisa juga sebgai antisipasi jika listrik mati

3.Pasca Presentasi
Berisi referensi lengkap dan panduan tindak lanjut setelah presentasi. Bisa berisi daftar contact pemateri, informasi panitia, acara selanjutnya, dsb.

Dan akhirnya, slide presentasi sejatinya adalah media tuk mempermudah transfer keilmuwan kita. Presentator yg mantab takkan bergantung pada slide, namun bisa memakai slide dengan efektif dan menyenangkan. Setiap point dalam presentasi kita haruslah berpower, mgkn itulah tujuan para developer yg di’sana’ saat membuat PowerPoint, Impress, atau Keynote.

Minggu, 15 November 2009

Cara Mudah Bikin Template Powerpoint

1.Buka powerpoint antum, trus siapin dua page/slide. Karena gambar background page pertama (awal) dan page berikutnya (isi) biasanya berbeda.


2.Di page 2, klik kanan >> Format Background >> Picture or texture fill >> pilih gambar sebagai background, jangan lupa di Apply to All.
NB: Gambar yg pas berukuran 800 x 600 pixel.

3.Di page 1, antum lakuin hal serupa pada page 2 tadi, dengan gambar yang berbeda. Tanpa di Apply to All

4.Tinggal disimpen dech, jangan lupa formatnya adalah PowerPoint Template (*.potx) atau PowerPoint 97-2003 Template (*.pot). Syukron (^_^)

Senin, 17 Agustus 2009

Hidup Tanpa Terlambat


Suatu rencana bisa berantakan, suatu tujuan bisa hancur, dan suatu kepunyaan bisa sirna, yakni dengan satu sikap, telat!

Semua orang setuju untuk tidak menyukai sikap telat. Begitu merugikan, menyiakan waktu, energy, biaya dan lainnya. Dan telat yang telah menjadi kebiasaan seseorang akan sulit hilang tanpa adanya pemulaian sikap tepat waktu dan berani ‘kejam’ diri.

Ada yang bilang (maaf, lupa siapa) aktivitas telat pada hal sepele akan mengakibatkan sikap telat pada semua aktivitas, termasuk agenda yang super penting. Memang benar ,karena telah menjadi kebiasaan dan selanjutnya menjadi kebutuhan.
Contoh simplenya, kita telat bangun akan menjadikan telat mandi, kemudian bisa telat ngerjain tugas, ato telat berangkat kuliah, dan pada akhirnya telat skripsi dan wisuda (naudzubillah…..).

Kita telat belajar ilmu agama, bisa saja menjadikan kita telat paham ilmu agama, sehingga telat beribadah secara baik, bisa telat mengajarkan ilmu bermanfaat pada orang lain, dan seterusnya…

Jadi, hindari telat sekecil mungkin. Teman-teman pasti punya segudang trik tuk menghindarinya, salah satunya dengan merencanakan agenda dan mengerjakan/menyelesaikannya “lebih awal”. Fokus tuk menyelesaikan tugas yang belum selesai (masih proses) sebelum menerima pekerjaan lainnya. Serta dengan lebih mengutamakan kebutuhan kita daripada keinginan kita.

Minggu, 09 Agustus 2009

Tips Bagi Desainer Grafis Pemula (dari seorang Pemula)


Menjadikan desain grafis sebagai hobi dan kesenangan memang pilihan yang oke punya.. Dengan berkreasi kita bisa ngilangin yang namanya kejenuhan kehidupan. Kita bebas memakai dan mengombinasikan semua warna dan bentuk semau kita. No rules and no limitation.
Seni adalah bagian pembangun dari kebudayaan, semoga seni grafis ini berakumulasi secara estetis dan menjadi mozaik-mozaik yg kan menata kebudayaan hidup kita.
Ada bebarapa tips yang bisa dipertimbangkan temen-temen tuk dijadiin kebiasaan demi meningkatkan skill dalam desain grafis, yaitu:

1.Sukai video atau film kartun/animasi yang menghadirkan warna dan bentuk yang memukau dan wah.. Seperti Final Fantasy, Naruto, dan lainnya. Sehingga sense of art kita mulai terbangun dan terbiasa dengan pola-pola yang estetikanya tinggi.

2.Ikuti lomba2, kompetisi, sayembara yang berhubungan dengan desain grafis, seperti lomba bikin logo, header web site, poster, dsb. Coba browsing di internet. Jangan takut kalah dulu, dengan ikutan seperti ini, maka kita dilatih serius dan tidak setengah-setengan dalam mendesain.

3.Analisis (pelototi) tuh poster atau gambar reklame yang keren-keren. Temukan kelebihan desainnya dan hubungkan dengan desainmu, mungkin bisa mencari kekurangan dari desain kita. Coba desain ulang gambar reklame/poster/dll tadi dengan caramu sendiri, sehingga ada kemungkinan menambah ilmu kita ttg tools dan metode yang belum diketahui.

4.Sering-sering bikin desain. Kalo da tmn yang minta tolong bikinkan stempel, stiker, spanduk, pamflet, sertifikat, dsb disanggupin aja. Ini penting untuk mengasah skill kita dan mengetahui penilaian dan tingkat penerimaan orang lain terhadap desain kita.

5.Yang pasti koleksi dan eksekusi buku-buku desain atau artikel2 di koran, majalah, internet yang berhubungan dengan desain. Buanyak sekali tutorial desain yang keren bertebaran di muka bumi..

6.Biasakan nyoret-nyoret di kertas. Di situ kita bisa meluapkan segala isi perasaan, bisa menjadi inspirasi pada desain kita nantinya, juga menjadi simpanan/cadangan dari kreasi kita dan sebagai step awal dari proses designing.

7.Join ama komunitas-komunitas desain (di dunia maya atau nyata), contohnya DevianArt, GXfindo, dsb. Di komunitas/forum tsb kita bisa share dan nanya2 ttg kendala desain kita. Bisa juga sebagai ajang promosi dan saling mengkritisi.

Untuk sementara mungkin itu aja dulu. Temen2 gak harus ngelakuin hal di atas semua, tapi kalo bener2 niat dan pengin focus, lakuin aja semuanya…saya juga kan jadi ikut seneng… Temen2 juga bisa nambahin tips lainnya yang lebih keren dan pas. So, semangat berkarya!!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More