The Art of 'Paper Management'

Pernah pusing pas ngeliat kertas berserakan di kamar kita ???!!... .

“Laskar Programmer” UIN Maliki Malang

GEMA-Satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Maliki Malang kaya akan kreatifitas...

The Next Generation of Superhero, is Us!

“Terkisah pada suatu malam yang kelam. Kala itu, semua penduduk bumi sedang terlelap. Jalanan sunyi....

WCU Itu 'Wong Cilik University' kan?

Maaf, tulisan ini hanya sebagai teman ngobrol saya aja.. Bukan utk tujuan aneh tertentu, karena isinya pasti tak berasa ilmiah dan minim kata-kata yang keren....

Harta, Tahta, Wanita, dan ............??

Duet dunia nyata dan dunia digital semakin intim saja. Dunia nyata semakin bergantung pada dunia cyber, dan dunia cyber kian kompleks....

Minggu, 09 Mei 2010

Digitalisasi Kampus

Semoga bisa menuai gagasan-gagasan berkah….

Kalo kita sejenak membaca sejarah bencana alam di Nusantara, maka akan ada link ke dunia Information n communication technology (ICT) atau TIK. Misalnya pasca Tsunami di NAD, betapa banyak informasi berharga dan penting yang hilang. Sebut saja dokumen kepemilikan tanah, ribuan ijazah pelajar, surat ukur, obligasi, dll yang sebagian besar masih berbentuk dokumen cetak dan tidak ada backupnya. Bisa dikatakan peradaban informasinya bisa ikut musnah bersama raga fisiknya. Apakah solusinya??

Dan yang berikut juga penting, ada tiga elemen ICT yang saling melengkapi yakni hardware, software dan brainware (programmer, admin, analys, user). Hardware yg tanpa isi dan manusia maka menjadi seonggok benda mati yang tak berguna, software tanpa wadah dan pengguna maka akan seperti jiwa tanpa raga, dan manusia yang tak punya apa-apa, yaaa… jadilah manusia cacat yg tak mampu berbuat apa-apa.

Hal ini akan terkait dengan security/keamanan sistem. Entah kita memakai sistem informasi digital maupun sistem berbasis kertas (system based paper), jika tidak dijalankan oleh manusia yang shiddiq (jujur) dan fathonah (cerdas) maka akan sama-sama mengundang kerugian. Ancaman cracker tidaklah menjadi perkara besar jika sistem dihandle oleh orang cerdas dan jujur, bahkan bisa akan ‘terlalu’ bermanfaat…sipp…!

Dan lagi, ukhuwah (baca: integrasi) file dalam manajemen informasi tingkat pusat bisa lebih efektif jika bentuk informasinya seragam dan terhubung.

Satu hal lagi, terkait bidang Research and Development (R&D) (khususnya bidang teknologi) ada yang bilang bisa mempercepat proses kemandirian. Sebagai contoh, Sebuah Perusahaan Industri Telematika China (Hwuawei) bahkan mengalokasikan dana R&D ini lebih dari 60 % dari total pendapatan yang mereka miliki. Dalam waktu kurang dari 1 dekade seluruh teknologi terbaru telematika berhasil mereka kuasai.

Dan akan lebih mantab lagi jika objek R&D ini dimulai dari lingkungan sekitar kita dulu. Dengan harapan lingkungan kita tersebut tidak melulu menjadi target pasar teknologi, harus ada saatnya kita menjadi trendsetter dan produsen teknologi.

Maka akhirnya, teknologi hanyalah sebuah solusi berbentuk tools dan system yang tak akan mengubah karakter dan jati diri pemakainya. Bahkan jati diri bisa hilang jika manajemen informasi dikelola tdk secara professional dan terpadu. Serta untuk menghadapi tuntunan menjadi Masyarakat Informasi Global, maka langkah persiapannya tak lain adalah merampungkan kemandirian teknologi, betul...??

Jumat, 09 April 2010

{{.. Dream Campus Project ..}}


Sebelumnya, aspresiasi saya pada rekan-rekan di Universitas Islam Indonesia (UII) atas terwujudnya lomba blog ini, topiknya juga sangat menarik tuk dipikirkan dan setiap ide yg mencuat akan ikut membangun dunia edukasi serta memupuk rasa cinta akan edukasi itu sendiri. Saya kurang paham tujuan rekan-rekan penyelenggara lomba, namun bisa dikatakan inilah excellent step utk membanjiri dunia blog dengan gagasan seputar impian sekaligus wacana kekampusan. Yup, inilah kesempatan kita memadukan kreatifitas bermimpi dan nalar menganalisa kampus. Asyik kan, otak kanan & kiri kita semuanya dipake… itung-itung biar gak ‘miring’.. hehee… Inilah proyek kita bersama, guna gotong royong ide dan perbuatan, dlm membangun negeri ini, negeri para leluhur dan anak cucu kita kelak.

Very wow, saat saya blogwalking ke blog sobat-sobat peserta yg lain. Sejauh ini klo boleh saya ringkas (wih, enak aja… ^_^), yg saya tangkap adalah ulasan terkait prestise kampus/bonafid, faktor biaya, segi sarana-prasarana, suasananya nyaman, sinergisitas semua elemen kampus, one stop education center, kurikulum yg up to date, kualitas pengajar, support wirausaha, berkarakter kuat … malah sampe jumlah mahasiswinya, heheee…. Semuanya saya sepakati, karena kita semua adlah para pelakunya, yg terjun (tapi bukan terjun bebas yaa) langsung di dunia perkampusan.

Berikut sekedar tambahan dari saya…

#Scope Definition of Dream Campus …
Definisi kampus (klo bleh) saya ringkas mjd “lingkungan yg mencakupi semua elemen pada perguruan tinggi”, baik universitas, akademi, sekolah tinggi, institut, dsb. Di bawah ini hasil isengan mindmap sederhana dari opini saya.


Dengan kata lain, “kampus idaman berarti perguruan tinggi yg memiliki mahasiswa idaman, dosen idaman, birokrasi idaman, fasilitas idaman, sistem KBM idaman, lembaga kampus idaman, karyawan idaman, dan komunitas idaman”. Bisa dianggap inilah definisi kampus idaman bila ditilik dari ruang lingkupnya. Namun masalah pun muncul, deskripsi dari kata ‘idaman’ tu sperti apa? Apakah gpp bila disinonimkan dg kata ‘ideal’, sedang idealisme orang2 beragam tuh. Duh, jadi bingung…. ;)

#Output Definition of Dream Campus …
Mmm… Kita tahu, bahwa tiada gading yg tak retak, yg artinya ada gula ada semut…ups, gak nyambung … Arti seriusnya adalah kondisi kualitas yg bagaimanapun dari semua elemen di atas mustahil bisa diterima sbg manifestasi dari kata ‘ideal’ oleh semua pihak.

Pada sisi lain, makna kesuksesan tiap kepala (baca: manusia) juga beragam. Nah, disinilah muncul kaidah kampus idaman secara output, yakni “kampus idaman adalah kampus yg bisa mengantarkan warganya (mahasiswa, dosen, karyawan, birokrasi, dll) kepada kesuksesan”. Jadi, apapun perspeksi kesuksesan kita, bisa kita raih dgn kampus kita masing-masing. Ada yg ingin pinter riset, maka haruslah dibangun laboratorium dan research club. Ada juga yg ingin pintar berorganisasi maka dibangunlah komunitas-komunitas dlm kampus, entah HMJ, LSM, dll. Ada juga yg ingin bxk menang lomba maka kampus (secara sinergis) memberi kesempatan tuk berkompetisi, baik internal dan eksternal kampus. Ada juga yg ingin dapet beasiswa maka kampus mengupayakan kerjasama beasiswa dg pihak penyedia beasiswa, de es be…


Pihak struktural kampus mulai dari atas sampe ke bawah harus memahami tantangan zaman, yakni ttg tuntutan kompetensi kekinian dan tuntutan akhlaq/moral kekinian. Dan kemudian sama-sama mewujudkannya.

#Statistics Definition of Dream Campus …

Secara statistic, yakni melalui perhitungan tertentu dan hasilnya bisa sebagai barometer utk mengukur dream campus value suatu kampus, maka definisi berikut ini bisa mjd acuannya. “Kampus idaman adalah kampus yg senantiasa mampu melampaui kualitas dirinya dari hari ke hari”. Baik kualitas dosen, kualitas fasilitas, kualitas alumni, dan lainnya (karena stagnasi adlah penyakit peradaban). Sehingga, kita bisa menganalisa melalui beberapa kurva, seperti kurva perkembangan nilai IPK mahasiswa, kurva alumni yg sudah bekerja, kurva tingkat kepuasan mahasiswa, kurva jumlah publikasi ilmiah dosen, dsb.


Akhirnya, dimanapun kampus kita, yaaaa… itulah kampus kita! Yang harus kita banggakan, dan kita bangun dg kerja keras. Cara membangunnya adalah dgn membangun prestasi diri kita, dan lingkungan kita.

Sekian dulu ya… Salam hangat dari saya, mahasiswa TI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dari kota dingin Malang (sekarang dah ganti jdi kota panas-dingin kayakx, hehee…). Salam hangat buat rekan di Kota Pendidikan sekaligus kota Gudeg, dan tentu juga kota-kota lainnya di seluruh Indonesia Raya.
Salam satu jiwa, mahasiswa!!

Berikut video ringkasan (isengan) artikel saya.



Download video..

Dan file versi PDF... (maklum lagi iseng)
Dream Campus Project.pdf

Senin, 22 Maret 2010

.:The Art Of Khusnudzon:.


Kenapa sih kita mesti berkhusnudzon? pastinya tak akan sedikit penjelasannya (alias gak tau ^_^), tapi seingat saya karena selain sebagai anasir akhlaqul karimah juga sebagai pengokoh ukhuwah (persaudaraan) se’sama’ kita.
Oya! kalo kita pikir-pikir…… ada benarnya bila dikatakan bahwa akhlaq khusnudzon adalah akhlaq yang membutuhkan dan sekaligus melatih kreatifitas kita. Sebab, aktifitas khusnudzon bisa sangat melibatkan peran imajinasi dan fantasi otak manusia.

Sebuah misal, jika suatu waktu kita makan di warung “Kang Lerap” (mm..bukan nama sebenarnya) yang kebetulan harganya relatif (sangat) mahal ketimbang warung sejenis, maka mari kita berkhusnudzon. Biarkan imajinasi kita terbang melangit dan memandang luas (dataran) alasan-alasan yang cantik. Maka hasilnya “yaa mungkin penjualnya lagi butuh uang tuk pengobatan salah satu keluarganya”, ato “may be penjualnya mau mudik ke kampungnya yang juwaaaauh tuk menemui ortu tercinta, so lagi btuh budget wuaaaakeh”, ato “mungkin ibu penjualnya hbis di tipu Shirosagi (sebutan utk money swindler)” dan ato2 yg lainnya. Intinya, jangan biarkan dalam list khusnudzon kita terdapat satu saja alasan negatif. Semuanya harus positif (meski kadang2 ada yg aneh).
Mengapa harus positif semua?? Yaaa.. karena masih belum terbukti (dgn data2 yg valid + ilmiah) alias masih berstatus prasangka, maka daripada ber-suudzon mendingan berkhusnudzon. Otak kita jadi segar dan hati qta jadi tenang.

Okey, jadi (katakanlah) konklusinya adalah “Jika Anda pandai berkhusnudzon maka (InsyaAllah) Anda seorang yang kreatif. Dan jika Anda ingin menjadi kreatif, maka berkhusnudzonlah”……
Okey, Allahua’lam bishowab..


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More