The Art of 'Paper Management'

Pernah pusing pas ngeliat kertas berserakan di kamar kita ???!!... .

“Laskar Programmer” UIN Maliki Malang

GEMA-Satu lagi bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Maliki Malang kaya akan kreatifitas...

The Next Generation of Superhero, is Us!

“Terkisah pada suatu malam yang kelam. Kala itu, semua penduduk bumi sedang terlelap. Jalanan sunyi....

WCU Itu 'Wong Cilik University' kan?

Maaf, tulisan ini hanya sebagai teman ngobrol saya aja.. Bukan utk tujuan aneh tertentu, karena isinya pasti tak berasa ilmiah dan minim kata-kata yang keren....

Harta, Tahta, Wanita, dan ............??

Duet dunia nyata dan dunia digital semakin intim saja. Dunia nyata semakin bergantung pada dunia cyber, dan dunia cyber kian kompleks....

Kamis, 31 Desember 2009

.:Mahasiswa Militan:.



Salam segar semuanya. . .


Istilah ‘mahasiswa’ tentunya menyandang makna sebagai pelaku keilmuan yang lebih spesifik , entah dalam giat rangka menjelajah, meracik atau mengeksekusi keilmuan tersebut.

Istilah ‘militan’ pun nan populer dan familiar di telinga kita. Militan berarti ada kemauan yang keras serta penuh gairah dan semangat. Berangkat dari definisi inilah maka militansi menjadi sifat yg utama dlm komunitas atau golongan tertentu dalam prosesi peng-kaderan anggotanya.

Nah, maka mari kita bicarakan judul obrolan kita kali ini, yakni ‘mahasiswa militan’. Dan menyimak beberapa tawaran barometer ke-militansi-an seorang mahasiswa.

. . Seorang mahasiswa yang militan itu adalah ketika kita menelaah koleksi bukunya maka kita bisa menebak jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yang militan itu adalah saat kita singgah ke kamarnya, dan melihat situasi di dalamnya entah tempelan-tempelan atau pernak-pernik yang ada kita bisa tahu jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yg militan itu adalah saat kita menelaah karya-karyanya, maka kita dengan yakinnya bisa menerka jurusan apa dia,
. . Mahasiswa yang militan itu adalah saat kita menyimak solusi-solusi yg ia tawarkan kita bisa paham di jurusan apa dia belajar,
. . Mahasiswa yg militan itu setidaknya memiliki satu ‘high quality dream’ yg erat berkait bidang keilmuannya. Dan ketika ia mendengar nama jurusannya disebut, maka menjadi lebih segar lah ia dan lebih bersemangat ria.

Sehingga, mari bermilitansi dalam spesialisasi akademisi kita masing-masing. Kita telah memilih, kita telah secara sadar tercebur, maka menyelamlah lebih dalam.

Semangat bermilitansi!

Senin, 23 November 2009

The Art of 'Paper Management'


Pernah pusing pas ngeliat kertas berserakan di kamar kita ???!!

Dah sering kita rapikan dan kelompokkan, tapi tetep aja besok2 akhirnya qta re-organize lagi dan lagi..

Meski di era hitech yg datanya serba file ini, siapa yang gak punya kertas, bukan hanya kertas sisa bungkus gorengan saja, ada makalah, fotokopian pamflet, sisa revisi proposal, dll. Nah , akan sangat memusingkan n menambah memori beban kita. Maka dari itulah muncul istilah ‘manajemen kertas’ ini. Temen2 bisa nambahin sendiri tips-tips nya.

1.Tanamkan mindset bahwa kertas juga penting. Gak selalu file bisa menggantikan kedudukan kertas, seperti pada ijazah, legalisir surat-surat, pamflet, dll. Dan bahwa manajemen kertas juga penting!

2.Minimalisir penggunaan kertas yg kurang bermanfaat, contohnya dikit-dikit ngeprint di kertas dlm hal sepele.

3.Sediakan tools (alat) yang diperlukan dalam manajemen kertas, seperti steples, clip, map kertas/plastik, binder gedhe, gunting, cutter, dll


4.Dalam pengarsipan kertas, bikin kategori pengelompokan kertas. Contohnya arsip kuliah, arsip makalah, arsip organisasi, arsip pribadi, arsip sertifikat, arsip rahasia, arsip surat kabar, dsb. Pisahkan semua kategori tadi, bisa dengan map dan atau clip. Kemudian masukkan dalam wadah khusus untuk kertas, contoh kardus.

5.Untuk kertas yg dibawa, pisahkan juga berdasarkan kategori yang ada. Kemudian masukkan ke wadah khusus kertas, seperti folder.

6.Carilah kertas yang bisa dikonversi ke dalam file, artinya akan tidak akan ada masalah jika isi dari kertas kita ketikkan di file, kemudian kertas tadi bisa qta buang.

7.Segera laminasi kertas berharga kita, misalnya ijazah, kartu hasil studi agar aman dari resiko robek, basah, dan kotor.

8.Secara tegas membuang kertas-kertas yg tak diperlukan lagi.

9.Jangan gampang melipat-lipat kertas, hal tersebut akan menyebabkan kualitas isi kertas berkurang, begitu juga umurnya.

10.Utk (kertas) foto ditaruh di album foto aja.

11.Jangan gampang membuang kertas, periksa apakah kertas tersebut masih bisa dimanfaatkan ulang, mungkin sebagai dekorasi mading, testing printer, oret-oretan, utk nyetak referensi (di bagian kosong), tapi disimpan secara apik. Yang gak bisa ntar dikiloin aja.


Perlu diingat bahwa, kertas berasal dari salah satu sumber daya yg tak diperbaharui, sehingga sangat ditegaskan bagi setiap kita utk ikut serta dalam menjaga dan melestarikan keberlangsungan/keawetan sumber daya yang ada...

Jumat, 20 November 2009

Fiqih ‘Copy-Paste’ (hehe..iseng aja)



Singkat saja
, bahwa setiap anak Adam yg masih bernafas dan berakal, tak ayal lagi udah built-in padanya khazanah kehandalan dan keterbatasan uniknya masing-masing.

Serta, mustahil bagi kita tuk bisa mengalami segala hal, nuansa, dan fenomena semasa hidup kita, maka kebajikan berbagi diperlukan di sini.

Aktifitas CPD (copy, paste, dan delete) seakan menjadi style and need (gaya dan kebutuhan) era modern, apalagi di dunia mahasiswa.

Nah, disinilah beberapa hal yg perlu kita pahami bersama ttg CPD:

#1. Jarang baca file yg telah kita copy, malah akhirnya di delete juga…
Artinya, ilmu yg kita terima dari orang lain tdk hnya didengerin n diterima saja tanpa eksekusi, databasing dan pendalaman mendalam terkait ilmu tadi. Jangan sampai karena kita saking semangatnya tuk koleksi ilmu, esensi tholabul ‘ilm terdeviasi dgn hanya semangat ngopy saja dengan jarang sekali menindaklanjuti ilmu yg qta punyai tadi.

#2. Lebih sering ngopy punya orang, tapi jarang paste-in punya kita.. waaah!
Artinya, aktifitas menerima ilmu (entah pengalaman, motivasi, rujukan, dll) dgn aktifitas memberi kudu seimbang. Aktifitas menerima kebaikan orang dengan menebar amal baik jga perlu diseimbangkan. Wujud konkretnya adalah mungkin dgn menulis pengalaman kita, menyumbangkan buku kita, menjadi portable motivator, mengupload file kita, perpus berjalan, bersedekah, hobi bantu orang, de es be.

#3. Males ngerapiin file di hardisk kita..
Artinya, mari kita fokuskan nama drive hidup kita. Apakah fokus wanna be kita. File yang berserakan sama saja dengan kelakuan kita yang tak tertata, aliran let it flow adalah saat spesialisasi tujuan udah terarah dan target kita telah tegas, maka saatnya let it flow with tawakkal. Wujud konkretnya adalah mungkin dengan menentukan spesialisasi keilmuan dan skill kita dibarengi dgn menentukan target hidup kita.

#4. Eman men-delete file yg tidak penting
Artinya, hapuslah kebiasaan atau tingkah polah kita yg kurang bermanfaat, apalagi merugikan.

Semoga copy-paste kita berikutnya senantiasa dalam urusan tholabul ‘ilm dan fastabiqul khoirot. Kita hanya bisa berproses kawan! sedang output kita serahkan pada kuasaNYA.
Wallahua’lam

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More