Minggu, 09 Mei 2010

~:Swasembada Software:~

Aku tahu ilmuku masih amat dangkal, jadi aku riakkan saja, paling tidak ia kan terus mengalir dan tak menggenang sia-sia . . .

_Swasembada Software_
Telah banyak dikupas bahasan bertajuk kemandirian teknologi di tanah air, karena memang inilah ladang garapan sekaligus harapan kita bersama. Meski membludaknya angka mahasiswa TI, atau betapa ‘indah’nya nilai IPK kita, ‘canggih nian’nya aplikasi kita, akan mjd nonsense jika kita tak memberikan sumbangsih - meskipun sebesar dzarroh - bagi kemajuan bangsa ini.

That is it, swasembada (kurang lebih) berarti mencukupi kebutuhan diri sendiri (biasanya tentang kecukupan kebutuhan beras). Karena memang kata ‘swa’ agaknya berarti sendiri (mandiri). Sehinga swasembada software merup suatu keadaan mencukupi kebutuhan software sendiri, baik dalam urusan pribadi, lingkup kampus, perusahaan, maupun konteks suatu negara.

_Ilusi Teknologi_
Waw, ilusi teknologi telah membuat kita ‘terbius’ oleh canggihnya teknologi luar. Kita secara tak sadar tlah bangga hx dgn memilikinya/membelinya. Contoh yang mirip adalah seperti ilusi swalayan, kita jadi lebih bangga n enjoy belanja di mall daripada di pasar atau di toko-toko samping tempat tinggal kita. Kita tlah puas hanya dgn menjadi user saja, dgn tiadanya aksi lanjutan (follow up) tuk menjadi modifier pun sbgai creator. Dan puncaknya kita kudu menjadi trendsetter teknologi.

_Swadesi Software_
Benarkah swasembada software bukan hal yang mustahil?? Ada satu hal menarik lagi yg perlu dimunculkan di sini, yakni perihal gerakan Swadesi (yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi), yakni gerakan yg menganjurkan agar menggunakan produk (negeri) kita sendiri, dalam dimensi topik kali ini adalah pemakaian software bikinan sendiri (swasoftware). Jadi, jangan-jangan ini solusinya???

[hope it’ll be continued]


. . . Dan jika kau melihat ketertinggalan teknologi di negerimu, maka lakukanlah revolusi teknologi, jika kau tak mampu maka dengan demonstrasi teknologi, dan jika kau masih tak mampu maka perbanyaklah diskusi teknologi, tapi itu adalah selemah-lemahnya perjuangan seorang teknolog sejati. :)


0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More